• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Metropolis

Di Webinar MUI Jatim, Dinkes Ungkap Cara Cegah Omicron

Di Webinar MUI Jatim, Dinkes Ungkap Cara Cegah Omicron
Erwin Astha Triyono, di acara webinar MUI Jatim. (Foto: NOJ/Haafidz Nur Siddiq Yusuf)
Erwin Astha Triyono, di acara webinar MUI Jatim. (Foto: NOJ/Haafidz Nur Siddiq Yusuf)

Surabaya, NU Online Jatim

Tindakan penanggulangan guna mecegah lonjakan kasus penyebaran varian baru Omicron terus dilakukan di daerah, tak terkecuali di Jawa Timur. Dinas Kesehatan (dinkes) setempat pun melakukan berbagai upaya antisipatif untuk kepentingan itu.

 

Hal itu disampaikan Erwin Astha Triyono, Kepala Dinkes Jatim, dalam acara webinar oleh MUI Jatim, Jumat (07/01/2022) malam. Dia menyebut jumlah varian Omicron yang dilaporkan di Indonesia sampai dengan 06 Januari 2022 adalah sebanyak 254 kasus, di mana satu kasus di antaranya ada di Jatim.

 

“Tingkat penularan varian Omicron lebih cepat dibandingkan dengan varian Delta. Disamping itu adanya potensi penyebaran yang lebih luas dan lonjakan kasus maka diperlukan respon cepat guna mencegah penularan berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Menurut Erwin, gelombang Omicron dapat dicegah dengan 3T, yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Ditambah 5M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

 

“Demikian dapat terwujud jika pemerintah, masyarakat, komunitas, dan media dapat berkolaborasi dengan baik,” sambungnya.

 

Dokter lulusan Universitas Airlangga (Unair) tersebut melanjutkan, vaksinasi juga menjadi isu penting dalam mengurangi gejala klinis akibat Covid-19. Saat ini, Dinkes Jatim tengah melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayah masing -masing sesuai target yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

 

“Utamanya vaksinasi pada lansia dan untuk wilayah yang sudah mencapai target 70 persen dosis 1 dan 60 persen dosis pertama lansia dapat melaksanakan vaksinasi pada anak usia 6 sampai 11 tahun,” jelasnya.

 

Karena itu, Erwin mengajak kepada masyarakat agar dapat menjadi agen edukasi untuk keluarga lingkungan. Kendati telah mendapatkan vaksinasi, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan untuk mencegah penularan.


Metropolis Terbaru