• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Metropolis

Omicron di Jatim, PWNU Dorong Pemerintah Terus Dampingi Warga

Omicron di Jatim, PWNU Dorong Pemerintah Terus Dampingi Warga
Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki. (Foto: NOJ)
Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki. (Foto: NOJ)

Surabaya, NU Online Jatim

Penyebaran virus Covid-19 varian Omicron sudah masuk wilayah Jawa Timur. Dikabarkan, dua orang warga Kota Surabaya tertular Covid-19 varian Omicron setelah sebelumnya berwisata di Bali. Untuk itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mendorong pemerintah untuk tidak lelah mendampingi warga di masa pandemi.


Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki menyampaikan, agar pemerintah terus mendampingi warga di masa pandemi Covid-19. Karena menurutnya, organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) telah mengingatkan bahwa ada istilah pandemic fatigue, yakni orang lelah selama pandemi.


“Jadi, pemerintah kita dorong untuk selalu mendampingi dengan sepenuh hati warga masyarakat. Karena masyarakat ini juga sudah lelah dengan pandemi ini,” ujarnya, Senin (03/01/2022).


Selain itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga mendorong agar pemerintah selalu update dalam menginformasikan terkait perkembangan penularan virus Covid-19 varian Omicron kepada masyarakat.


“Kita mendorong kepada pemerintah untuk selalu memberikan update yang terbaru kepada warga masyarakat tentang perkembangan penularan virus Omicron itu,” ungkap lulusan Australian National University (ANU) ini. 


Sementara kepada elemen masyarakat, pihaknya mengimbau agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Yakni dengan menggunakan masker bila ke luar rumah dan menerapkan jaga jarak apabila sedang berkegiatan.


“Itu yang paling minimal. Paling minimal dua itu. Bahwa kemudian ditingkatkan lagi dengan menggunakan cuci tangan, pakai hand sanitizer, itu lebih afdhol (utama). Karena pandemi belum selesai,” tegasnya.


Pria yang menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur ini menambahkan, terkait kebutuhan ekonomi masyarakat dirinya meminta agar diselaraskan dengan semangat menjaga keselamatan jiwa. 
 


“Beribadah juga mulai ditingkatkan, tapi juga diselaraskan dengan nasihat para ahli, para dokter, para pengambil kebijakan terkait dengan penularan ini,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru