• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Metropolis

Di Webinar MUI Jatim, Epidemiolog: Virulensi Omicron Rendah

Di Webinar MUI Jatim, Epidemiolog: Virulensi Omicron Rendah
Windhu Purnomo, epidemiolog Unair, dalam webinar yang digelar MUI Jatim. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Windhu Purnomo, epidemiolog Unair, dalam webinar yang digelar MUI Jatim. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Di webinar yang digelar MUI Jawa Timur, Jumat (07/01/2022) malam, Windhu Purnomo, epidemiolog dari Universitas Airlangga Surabaya, menjelaskan bahwa tingkat penularan Covid-19 varian Omicron lebih cepat ketimbang Delta. Namun, yang melegakan, virulensi atau tingkat penyebab timbulnya penyakit dari Omicron terbilang rendah.

 

“Virulensi itu artinya kemampuannya untuk membuat sakit dengan gejala parah itu lebih rendah, sehingga menghasilkan tingkat rawat inap yang lebih kecil daripada Delta. Itu kabar baiknya,” kata Windhu.

 

Windhu  kemudian menyebutkan beberapa gejala dan  tanda varian Omicron yang secara umum tidak berbeda dengan varian lain dari Covid-19. Pertama, pasien menunjukkan kelelahan yang luar biasa, yang tidak terbatas pada semua kelompok umur. Kedua, tidak ada penurunan besar dalam tingkat saturasi oksigen.

 

Ketiga, lanjut Windhu, pasien yang terinfeksi Omicron tidak melaporkan kehilangan rasa atau bau. Keempat, pasien varian Omicron mengeluh tenggorokan gatal.

 

Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia per 4 Januari 2022 sebanyak 254 kasus, yang terdiri dari 239 kasus di pintu masuk negara (bandara saat entry test, lokasi karantina saat exit test, dan saat swab rutin bagi petugas), kemudian 15 kasus transmisi lokal di komunitas, termasuk satu kasus yang terdeteksi di Kota Surabaya.

 

Melihat data di atas, Windhu mengingatkan masyarakat harus tetap melaksanakan prokes guna menjaga agar Varian Omicron tidak meluas penyebarannya. “Kita sebagai masyarakat harus tetap mengawasi, kalau perlu melaporkan jika ada area publik tertentu tidak mengimplementasikan PeduliLindungi dengan benar,” terangnya.

 

Hadir dalam webinar Akhmad Muzakki, Sekretaris Umum MUI Jatim; Djoko Santoso, Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim; Hj Muslihati, dan Sekretaris Komisi PPRK MUI Jatim. Sementara narasumber selain Windhu yang hadir ialah Erwin Astha Triyono, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dan Maria Lucia Inge Lusida, Ketua Lembaga Penyakit Tropis Unair.

 

Akhmad Muzakki mengatakan, webinar kali ini  digelafr untuk memberikan kontribusi sinergi antara ilmu kedokteran dan ilmu agama untuk kemaslahatn masyarakat.


Metropolis Terbaru