• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Metropolis

Sekretaris MUI Jatim: Gadget Berpotensi Jadi Setan Gepeng

Sekretaris MUI Jatim: Gadget Berpotensi Jadi Setan Gepeng
Akhmad Muzakki, Sekretaris Umum MUI Jatim. (Foto: NOJ/Boy Andriansyah)
Akhmad Muzakki, Sekretaris Umum MUI Jatim. (Foto: NOJ/Boy Andriansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Akhmad Muzakki, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengatakan bahwa gadget atau ponsel pintar bisa jadi setan gepeng bila penggunanya tak pintar dan tak bijak dalam mengoperasikannya. Karena itu gerakan literasi perlu dilakukan, seperti webinar literasi pandemi yang dilaksanakan secara rutin oleh Komisi Infokom MUI Jatim.

 

“Setan kita hari ini adalah setan gepeng yang ada di tangan kita ini. Mulai dari gadget, laptop dan lain sebagainya,” kata Muzakki dalam webinar oleh Komisi Infokum MUI Jatim bertema Membaca Dampak Positif Pascapandemi pada Jumat (28/01/2022).

 

Disebut setan gepeng, lanjut dia, karena semua hal sekarang disajikan di gadget, dari yang halal hingga yang haram, dari yang baik hingga yang batil. Belum lagi yang abu-abu, samar, syubhat. Itu sebabnya orang yang belajar hanya melalui YouTube dan platform media sosial lainnya sulit menemukan sejatinya ilmu.

 

Sebab, kata Muzakki, seperti kalimat yang masyhur di dunia pesantren, siapa saja yang belajar tanpa guru, maka gurunya adalah setan. Dalam konteks kekinian, gadget berpotensi menjadi setan. “Maka para ulama zaman dulu mengajarkan barang siapa ingin mengetahui sesuatu tanpa guru, maka gurunya itu setan. Saat ini terkonformasi di era digital ini,” ungkapnya.

 

Karena itu, Sekretaris PWNU Jatim itu mengaperasiasi kegiatan literasi pandemi yang dilakukan Komisi Infokom dan Komisi Kesehatan yang dikomandani Djoko Santoso tersebut. “Seri literasi pandemi ini merupakan satu-satunya program di Indonesia bahkan dunia dalam melakukan edukasi kepada publik perihal pentingnya bagaimana kemudian agama dan sains tidak dalam posisi berhadapan,  apalagi berlawanan,” katanya.


Metropolis Terbaru