• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Metropolis

Ning Sheila Ingatkan Santri untuk Tinggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Ning Sheila Ingatkan Santri untuk Tinggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
Ning Sheila Hasina saat mengisi seminar di SMAU BP Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Ning Sheila Hasina saat mengisi seminar di SMAU BP Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Mojokerto, NU Online Jatim

Ning Sheila Hasina, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tahfizhil Qur'an (P3TQ) Lirboyo Kediri mengingatkan para santri untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, terutama saat di pesantren.


Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi seminar santri inspiratif dalam rangka Annual Festival of Sekolah Menengah Atas Unggulan Berbasis Pesantren (SMAU BP) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Sabtu (24/02/2024).


“Karena pernah ada ucapan begini, mundur wir, sainganmu orang yang suka ngaji bukan yang sukanya main Player Unknown's Battlegrounds (PUPG),” katanya.


Menurutnya, bermain game sebenarnya bisa menjadi hal yang positif untuk menghilangkan rasa penat atau bosan. Namun akan menjadi tidak bermanfaat apabila dilakukan secara sering dan menghabiskan waktu yang banyak. Para santri diharapkan untuk pandai memilah suatu hal apakah punya nilai manfaat atau tidak.


“Karena tanda orang yang diberi Allah kebahagiaan adalah mereka yang tidak melakukan hal-hal yang tidak memiliki manfaatnya,” terangnya.


Ia menjelaskan, nilai-nilai Al-Qur’an yang harus diterapkan oleh para pemuda adalah menjadi pribadi yang pemaaf, berbuat baik dan suka memaklumi. Karena Allah telah menjanjikan pahala kepada orang-orang yang mempunyai sifat sedemikian rupa.


“Jadilah pribadi yang bahagia, karena kalau bahagia tidak akan menyimpan dendam kepada sesama,” tuturnya.


Jika mempunyai rasa benci kepada orang lain, maka yang mendapat kerugian adalah yang mempunyai sifat rugi. Ia menyebut, ada salah satu orang yang terhalang mendapatkan rahmat dari Allah pada malam nifsu Sya’ban, yakni orang yang suka memutus tali silaturrahim dan menyimpan dendam kepada sesama manusia.


“Malam nisfu Sya’ban momen yang bagus untuk saling memaafkan, karena setiap orang pasti tidak pernah luput dari berbuat salah,” ungkapnya.


Apabila seorang pemuda ingin menjadi manusia yang bermanfaat dikemudian hari, maka tidak boleh lelah untuk berbuat baik. Oleh karenanya, saat ini tidak perlu memikirkan orang lain, tidak perlu memikirkan masa depan nantinya akan bagaimana. Yang terpenting saat ini menjadi orang yang baik.


“Nanti kembalinya kepada kita sendiri, bukan orang lain. Al-Qur’an menganjurkan untuk berbuat baik, tidak ada ruginya menjadi orang baik,” tandasnya. 


Metropolis Terbaru