• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 7 Agustus 2022

Metropolis

Ning Sheila: Haid saat Ramadhan Masih Bisa Mendulang Pahala

Ning Sheila: Haid saat Ramadhan Masih Bisa Mendulang Pahala
Ning Sheila Lirboyo (kanan). (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Ning Sheila Lirboyo (kanan). (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU  Online Jatim

Bagi perempuan yang tengah haid saat bulan Ramadhan tak perlu sedih. Ning Sheila Hasini binti KH Zamzami Lirboyo menjelaskan, kendati dalam kondisi tidak suci, perempuan masih bisa mendulang pahala berlipat-lipat di bulan suci Ramadhan.


Hal itu disampaikan Ning Sheila saat mengisi acara Kajian Ramadhan Istimwa bersama Bincang NU Online Jatim (Binnur) pada Ahad (10/04/2022). “Untuk perempuan yang haid di bulan Ramadhan jangan bersedih. Karena meniati menjauhi ibadah yang dilarang saat haid nilai dan pahalanya sama dengan orang yang melakukannya,” katanya.


Menurut Ning Sheila, banyak kasus-kasus yang seolah-olah seeorang itu tidak melakukan ibadah secara lahir, tapi sebenarnya  dia sedang beribadah. Seperti ketika perempuan tidak melakukan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an atau shalat di mushala, namun melaksanakan pekerjaan-pekerjaan di rumah.


“Itu pahalanya besar sekali. Bahkan bisa jadi lebih besar dari orang yang membaca Al-Qur’an atau shalat sunah,” jelasnya.


Ning Sheila juga menyarankan kepada para perempuan yang haid untuk berdzikir dengan tasbih atau shalawat  yang bukan Al-Qur’an. Dengan begitu, perempuan juga berpeluang mendapatkan pahala berlipatganda di bulan Ramadhan.


“Jadi, sekali lagi untuk para perempuan jangan bersedih. Kita haid karena memang kodrat dari Allah. Maka kita ganti dengan ibadah yang lain seperti yang saya sebutkan di atas,” ungkapnya.


Disebutkan, peluang beribadah di bulan suci Ramadhan lebih mudah. Karena memang jiwa setiap manusia dibersihkan dangan rasa lapar dan dahaga. Sehingga jiwa lebih mudah diajak untuk melaksanakan ibadah dari pada saat di luar bulan suci Ramadhan.


“Saya sendiri merasakan saat melawan rasa malas itu lebih mudah di bulan Ramadhan. Karena mungkin energi positif tersebar di mana-mana ketika bulan mulia ini. Energi positif ini menyalur ke tiap-tiap orang Muslim,” papar Ning Sheila.


Untuk memaksimalkan ibadah, Ning Sheila menyarankan untuk memilih lingkungan yang  tepat. Seperti memilih untuk mengikutkan anak pondok Ramadhan. Karena dengan lingkungan yang baik akan tersalurkan energi positifnya.


“Lingkungan itu termasuk yang biasa mengubah kebiasaan seseorang,” pungkas Ning Sheila.


Metropolis Terbaru