• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Metropolis

Pesan Gus Ahmad Lirboyo ke Siswa Amanatul Ummah Pacet

Pesan Gus Ahmad Lirboyo ke Siswa Amanatul Ummah Pacet
Gus Ahmad Kafabihi, putra kinasih Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Kafabihi Mahrus. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Gus Ahmad Kafabihi, putra kinasih Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Kafabihi Mahrus. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Mojokerto, NU Online Jatim

Gus Ahmad Kafabihi (Gus Ahmad), putra kinasih Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Kafabihi Mahrus memberikan sebuah pesan kepada siswa Sekolah Menengah Atas Unggulan (SMAU) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.


Ia menyampaikan, sangat disayangkan jika umat Nabi Muhammad SAW tidak mampu memperlakukan Al-Qur’an dengan baik. Hal ini ia sampaikan saat mengisi seminar santri inspiratif yang dilaksanakan di pondok pesantren setempat, Sabtu (24/02/2024). 


“Jika ingin mendapat syafaat nabi harus mempersiapkan diri dan memberikan kontribusi. Kita adalah pribadi yang dicintai nabi karena menjalankan ajaran Islam dan merawat warisan nabi,” katanya.


Menurutnya, di antara warisan nabi yang diberikan kepada umat Islam adalah Al-Qur’an. Oleh karenannya, jangan sampai menjadi pribadi yang hanya faham Al-Qur’an tetapi tidak bisa mengekspresikan dan menerapkan ajaran yang ada dalam Al-Qur’an. Menerapkan ajaran Al-Qur’an ini sangat penting bagi generasi milenial dan generasi Z. 


“Jangan sampai terlalu mengikuti zaman hingga lupa beribadah kepada Allah. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, jangan sampai Al-Qur’an dijadikan pajangan saja. Tidak dibaca dengan baik dan diamalkan ajarannya,” terangnya.


Bagi orang Islam, ada beberapa kewajiban terhadap Al-Qur’an bilamana jika tidak dilakukan akan berdosa. Pertama, kewajiban muslim terhadap Al-Qur’an adalah mengimani atau mempercayai segala isi Al-Qur’an itu benar. Kedua, tidak cuma mengimani saja, akan tetapi juga punya kewajiban untuk membaca Al-Qur’an dengan baik.


“Ini kesempatan anak-anak selama di pondok karena diajari membaca Al-Qur’an dengan tajwid. Maka anak-anak yang di pondok harus bersyukur mendapat kesempatan ini,” ungkapnya. 


Gus Ahmad menjelaskan, dawuh dari KH Anwar Mansur Lirboyo yang mengatakan sebaik-baik orang adalah orang yang ditakdirkan oleh Allah belajar di pesantren, sebab di pesantren akan diajarkan bagaimana mengenal Allah.


Di dalam pesantren akan dibiasakan pentingnya mempunyai sifat tawadhu' atau andap asor tidak merasa pintar sendiri. Di Al-Qur’an juga diajarkan untuk berinteraksi baik dengan sesama, tidak boleh merasa lebih baik. 


“Dampak orang yang tawadhu' banyak sekali. Orang tawadhu' akan diberi oleh Allah mudah mencari ilmu. Sebaliknya, orang yang sulit menyerap ilmu karena takabur, merasa bisa dibanding teman yang lain,” tandasnya.


Metropolis Terbaru