• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Metropolis

Pasien Covid-19 di Surabaya Juga Shalat Idul Fitri walau Terbatas

Pasien Covid-19 di Surabaya Juga Shalat Idul Fitri walau Terbatas
Suasana Shalat Id berjemaah di rumah sakit pasien Covid 19 di RSLI Surabaya, Kamis (13/05/2021). (Foto: RSLI)
Suasana Shalat Id berjemaah di rumah sakit pasien Covid 19 di RSLI Surabaya, Kamis (13/05/2021). (Foto: RSLI)

Surabaya, NU Online Jatim

Momentum Idul Fitri 1442 Hijriyah atau Lebaran tak dilewatkan tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Kendati penuh keterbatasan karena harus menaati protokol kesehatan, mereka tetap bisa melaksanakan Shalat Id berjemaah dan merayakan Lebaran di dalam rumah sakit, Kamis (13/05/2021).

 

Shalat Id berjemaah di RSLI diikuti oleh 50 orang, terdiri dari 20 tenaga kesehatan, relawan pendamping, dan pasien umum maupun pekerja migrant Indonesia (PMI) atau TKI yang positif dan menjalani isolasi. Imam dan pembaca khotbah atau khatib pun ditunjuk dari tenaga kesehatan RSLI. Tidak ada yang diundang dari luar RSLI.

 

Shalat Id juga dihadiri penanggung jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Ketua Relawan Pendamping PPKPC-RS:I Radian Jadid, dan para atenaga kesehatan, relawan pendamping, dan para petugas RSLI.

 

Bertindak sebagai imam Shalat Id sekaligus khatib ialah supervisor RSLI dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tinur, Sa’d Nasdir. Dalam khotbahnya, Nasir menyampaikan tentang rasa syukur semua nakes, relawan dan pasien yang masih diberikan kesempatan bisa merayakan Idul Fitri walau pun dalam suasana pandemi covid-19.

 

Ia juga mengingatkan bahwa sakit bagi manusia bisa berarti ujian, juga sebagai penghapus dosa-dosa baik yang disadari maupun tidak. Untuk itu, Nasir meminta semua agar banyak-banyak bertaubat, memohon ampunan Allah SWT serta memohon agar dapat segera diangkat dan disembuhkan dari penyakit.

 

“Semoga sakit ini bisa menjadi penebus dan pengurang dosa di akhirat kelak,” ujar Nasir.

 

Usai Shalat Id, acara dilanjutkan dengan Lebaran dan syukuran di tenda administrasi dengan menu khusus opor ayam sumbangan dari para dokter senior. Sedangkan  makan untuk pasien pada juga spesial, yaitu gudeg  Jogja.

 

“Ini dimaksudkan supaya mereka turut merasakan kegembiraan di hari lebaran ini,” kata tenaga kesehatan dari bagian Gizi RSLI, Mesak Ome.

 

Nalendra menyampaikan bahwa penyelenggaraan Shalat Idul Fitri di RSLi dimaksudkan untuk membersamai para nakes dan relawan yang bertugas, para pasien umum dan juga PMI yang masih dirawat dan menjalani Idul Fitri di RSLI.

 

Dengan kegiatan itu, diharapkan pasien tidak merasa sendiri di hari raya. Pasien tetap diperhatikan dan didampingi. Mengedepankan konsep be happy, RSLI tetap memberikan layanan yang ditujukan untuk memberikan rasa nyaman dan kegembiraan kepada semua pasien.

 

“Dengan demikian, diharapkan pasien dapat meningkat imunitasnya dan segera mendapatkan fase kesembuhan. Konsep yang diterapkan sejak awal dioperasikannya RSLI ini telah terbukti dengan menyembuhkan lebi dari 7013 pasien, termasuk 31 orang PMI,” ujar Nalendra.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru