• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

RMINU Jatim dan BSI Tanda Tangani Nota Kesepahaman

RMINU Jatim dan BSI Tanda Tangani Nota Kesepahaman
RMINU Jatim dan BSI. (Foto: NOJ/RS)
RMINU Jatim dan BSI. (Foto: NOJ/RS)

Surabaya, NU Online Jatim
Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMINU) Jawa Timur menggelar acara nota kesepahaman dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aula KH Bisri Syansuri, Kantor Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Selasa (09/08/2022). Dalam acara ini, BSI juga menyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat kesehatan untuk 13 pondok pesantren di bawah naungan PW RMINU Jawa Timur.

 

KH Iffatul Lathoif, Ketua PW RMINU Jawa Timur berharap bahwa kerja sama ini bisa berjalan diaplikasikan pada semua bidang.

 

“Kerja sama yang kita laksanakan antara RMI dan BSI ini saya harap bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan dalam semua bidang yang mungkin bisa dikerjasamakan” harapnya.

 

Gus Thoif juga mengungkapkan dengan adanya kerja sama antara RMI dan BSI ini bisa mempermudah perekonomian di pesantren. Hal ini dikarenakan, potensi ekonomi di pesantren sangat luar biasa namun belum di manfaatkan secara maksimal.

 

“Melihat potensi ekonomi yang ada di pondok pesantren ini sangat luar biasa dan banyak sekali yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kemas Erwan Husainy CEO Regional VIII BSI menuturkan bahwa dengan mengembangkan Islamic ekosistem, maka pemberdayaan ekonomi juga akan menguat di Indonesia.

 

“Kami di Islamic ekosistem akan mengembangkan dan meningkatkan diri dengan mitra-mitra sehingga pemberdayaan ekonomi menguat di Indonesia,” tuturnya.

 

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa dengan perkembangan teknologi, seluruh aspek mengalami perubahan. Termasuk sistem keuangan yang menggunakan cashless. 

 

“Perkembangan teknologi ini sangat berkembang yang akhirnya sistem keuangan pun ikut berubah. Sistem keuangan sekarang menggunakan cashless,” jelasnya. 

 

Menurutnya, model digitalisasi keuangan ini dapat diterapkan ke dalam pondok pesantren. Salah satu programnya adalah kartu santri.

 

“Kita juga lagi galakkan juga model-model digitalisasi seperti ini salah satunya adalah kartu santri,” terangnya.

 

Selanjutnya ia berharap dengan adanya kerja sama ini dapat menjadi kerja sama yang berkah dan terus berkesinambungan.

 

“Semoga kerja sama ini menjadi kerja sama yang penuh berkah dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Penulis: Raga Robbani


Metropolis Terbaru