• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Metropolis

Wapres Luncurkan ‘Kita Jaga Kiai’, Ikhtiar Cegah Covid-19 di Pesantren

Wapres Luncurkan ‘Kita Jaga Kiai’, Ikhtiar Cegah Covid-19 di Pesantren
Wapres RI, KH Ma'ruf Amin. (Foto: PWNU Jatim).
Wapres RI, KH Ma'ruf Amin. (Foto: PWNU Jatim).

Surabaya, NU Online Jatim

Wapres RI KH Ma’ruf Amin meluncurkan Program ‘Kita Jaga Kiai’ yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren. 

 

Kiai Ma’ruf menuturkan, dalam beberapa bulan terakhir telah banyak kiai, ulama, pengasuh pesantren, cendekiawan, dan ilmuwan Indonesia yang meninggal dunia. Selain itu, cukup banyak santri terpapar Covid-19 di lingkungan pesantren selama pandemi menerpa Indonesia.

 

“Per 7 Juli 2021, berdasarkan data Kementerian Agama sudah ada 605 orang kiai dan ulama serta pengasuh pesantren yang dipanggil Allah,” tutur Wapres dalam Peluncuran Program ‘Kita Jaga Kiai’ secara virtual, Senin (02/08/2021) dilansir NU Online.

 

Menurut Wapres, program ‘Kita Jaga Kiai’ ini merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah dalam menjaga kesehatan para kiai dan pengasuh pesantren yang telah berjasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Disebutkan pula, kewafatan para kiai dan ulama mempunyai arti sangat penting dan krusial bagi kehidupan umat. Bahkan, Rasulullah saw pun menegaskan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi. Karena itu, wafatnya ulama diungkapkan oleh Rasulullah sebagai sebuah musibah.

 

“Meninggalnya para kiai dan ulama adalah musibah yang tak tergantikan dan sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal. Wafatnya para kiai dan ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih ringan daripada meninggalnya seorang ulama,” kata Wapres saat memaknai sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan Imam ath-Thabrani itu. 

 

Kiai Ma’ruf menambahkan, peran ulama sebagai pewaris nabi yang telah memberikan ilmu dan peradaban dengan menjaga, mendidik, serta melakukan berbagai perbaikan di segala bidang. Antara lain di bidang aqidatan (teologis), fikratan (pemikiran), ibadatan (ibadah), muamalatan (hubungan sesama manusia), dan akhlaqiyatan (budi pekerti).

 

“Termasuk mengawal para santri demi berkembangnya khazanah keilmuan di pesantren serta masyarakat sekitar. Para kiai dan ulama juga telah mengajarkan sikap patriotik, cinta Tanah Air (hubbul wathan) dan bela negara kepada setiap warga bangsa Indonesia,” terangnya.

 

Wapres pun mengapresiasi seluruh komponen masyarakat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakat keagamaan, salah satunya NU. Sebab, ormas keagamaan telah berkomitmen kuat dalam menjaga dan mendampingi warga, mengampanyekan protokol kesehatan, dan tidak lelah mengedukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan.

 

“Pemerintah mengucapkan terima kasih atas peran-peran ini. Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi hal-hal yang dapat menjadi penyebab terpaparnya penyakit,” ujar Kiai Ma’ruf.

 

Ketua Baznas RI Noor Achmad menjelaskan, program ‘Kita Jaga Kiai’ dilatarbelakangi satu pemikiran karena sangat banyak kiai di Indonesia yang wafat karena Covid-19. Sebab, proses seorang kiai sangat berat dan sulit sehingga program tersebut diinisiasi.

 

“Inilah komitmen Baznas, Menteri Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama-sama jaga kiai seluruh Indonesia dan seluruh lembaga keagamaan, pesantren dan santri-santrinya,” kata Noor Achmad.

 

Ia mengatakan, program tersebut digelar bekerja sama dengan TNI/Polri, Kemenkes, Kemenag, dan ormas-ormas Islam seluruh Indonesia.

 

 

“Saya berharap semua pihak yang terlibat memiliki tujuan yang sama. Yaitu tetapnya kajian-kajian agama dari para kiai yang mendinginkan, pemikiran-pemikiran agama dari para kiai yang di Indonesia masih sangat dibutuhkan,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru