• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Pantura

Ajak Santri Melek Hukum, Jaksa Masuk Pesantren di Bojonegoro

Ajak Santri Melek Hukum, Jaksa Masuk Pesantren di Bojonegoro
Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren di Ponpes Al-Rosyid Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (10/11/2020). (Foto: NOJ/ Yazid).
Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren di Ponpes Al-Rosyid Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (10/11/2020). (Foto: NOJ/ Yazid).

Bojonegoro, NU Online Jatim

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro melaksanakan kegiatan ‘Jaksa Masuk Pesantren’. Kegiatan dalam rangka memberikan sosialisasi hukum ini dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (10/11/2020).


Acara yang berlangsung di aula lantai 3 komplek pondok setempat ini diikuti sekitar 250 peserta. Terdiri dari ustadz-ustadzah dan santri maupun mahasiswa STEBIA, serta siswi kelas XI dan XII MA Al Rosyid. "Program jaksa masuk pesantren ini agar kejaksaan bisa diterima di pesantren, menghapus stigma masyarakat yang menganggap kejaksaan sebagai lembaga yang ditakuti, sarat akan isu suap dan lainnya," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Sutikno.


Selain itu, Sutikno juga memperkenalkan bagian-bagian dan tugas maupun fungsi dari pejabat kejaksaan Bojonegoro. Beberapa program yang digagas kejaksaan dan berjalan, mulai jaksa masuk sekolah, jaksa masuk hutan serta jaksa masuk pesantren ini.


"Harapannya nanti ada adik-adik lulusan pesantren yang ikut tes di kejaksaan negeri," harapnya saat memberikan sosialisasi.


Sutikno juga mengingatkan semua pihak, jangan sekali-kali terlintas untuk mencoba narkoba atau salah pergaulan. Pasalnya bisa menjadikan hidup rusak, karena pemakai narkoba ciri-cirinya seperti kulit dingin-dingin dan terasa pekat, memalingkan wajah saat diajak bicara. Serta suka mnyendiri dan memakai headset untuk dengarkan musik dugem.


"Narkoba sudah masif di Indonesia, makanya semuanya harus hati-hati terhadap narkoba," pesannya.
 

Usai pemaparan tentang hukum, beberapa mahasiswa menanyakan kepada narasumber. Banyak pertanyaan yang diajukan peserta yang hadir, diantaranya adanya opini di masyarakat hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah.


Menanggapi hal itu, ia memastikan tidak ada hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas. "Sebab hukum tergantung alat buktinya. Tergantung lingkungannya, mau buka diri apa tidak dan hukum tidak tumpul ke atas," tandasnya.



Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Rosyid, KH Alamul Huda mengapresiasi kegiatan kejaksaan Bojonegoro melalui jaksa masuk pesantren. "Program ini baru pertama kali dan inovatif untuk memberikan pemahaman hukum kepada santri," ungkapnya.


Gus Huda, panggilan akrab KH Alamul Huda berharap, adanya jaksa masuk pesantren ini mampu menjadikan siswa maupun santri tidak bermain-main dengan hukum.

 

"Kegiatan seperti ini (Jaksa masuk pesantren) perlu ditingkatkan dan didorong, agar menghilangkan stigma di masyarakat kejaksaan lembaga yang menakutkan dan isu suap tidak menjadi opini publik," pungkas Gus Huda yang juga Ketua FKUB Bojonegoro itu.

 


 

Selama pelaksanaan kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Acara ini juga diisi dengan pemberian pemahaman tentang penularan Covid-19 dari Dinas Kesehatan Bojonegoro.

 

Editor: Romza


Editor:

Pantura Terbaru