Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Ribuan Santri Tebuireng Jombang Gelombang Ketiga Ikuti Tes Swab

Ribuan Santri Tebuireng Jombang Gelombang Ketiga Ikuti Tes Swab
Santri Tebuireng gelombang ketiga mengikuti uji usap atau swab test. (Foto: NUJ/Istimewa)
Santri Tebuireng gelombang ketiga mengikuti uji usap atau swab test. (Foto: NUJ/Istimewa)

Jombang, NU Online Jatim

Mulai hari ini, Sabtu (7/11/2020) hingga Kamis (12/11/2020), Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang menerima kembali santri. Kedatangan mereka adalah sebagai rombongan gelombang ketiga.

 

"Sebanyak 1.396 santri diundang kembali ke pondok selama sepekan ke depan. Mereka datang secara bergelombang, sesuai jadwal yang telah disiapkan oleh pengurus," kata Ketua Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Ustadz Lukman Hakim.

 

Menurut Ustadz Lukman, mayoritas yang datang pada gelombang ketiga ini adalah santri kelas tengah (VIII SMP/MTs dan XI SMA/MA). Untuk hari pertama dikhususkan 248 santri dari Jombang, Mojokerto, Kediri, Sidoarjo dan Surabaya.

 

"Berikutnya menyusul Madura dan daerah lain sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pengurus," jelasnya.

 

Berbeda dengan dua gelombang sebelumnya yang hanya diminta melampirkan hasil rapid test, santri gelombang ketiga ini diwajibkan untuk mengikuti uji usap (swab test) saat kedatangan.

 

"Dengan demikian, kami berharap santri yang datang benar-benar terbebas dari Covid-19," tegas pria asal Banten ini.

 

Dengan mengikuti uji usap, santri tidak perlu lagi mengikuti proses karantina selama 14 hari seperti sebelumnya. Sebab, jika hasil uji usap negatif, mereka akan langsung dipersilakan memasuki asrama.

 

"Diperkirakan butuh waktu sekitar lima jam untuk mengetahui hasil uji usap. Selama masa tunggu, santri menempati ruang transit di kampus Universitas Hasyim Asy'ari," ungkap Ustadz Lukman.

 

Proses uji usap tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Medika Jombang. Sebelum pengambilan sampel, santri harus melalui tahapan penapisan yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) Tebuireng. Mereka ditanya tentang riwayat perjalanan selama dua pekan terakhir dan diuji kemampuan indra penciumannya.

 

Ustadz Lukman menuturkan, pihaknya memastikan kesehatan santri menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pesantren dan gugus tugas.

 

“Kami mewakili keluarga besar Pesantren Tebuireng juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dan Provinsi Jawa Timur selama ini,” pungkasnya.

Terkait

Matraman Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini