Opini

Tewasnya Driver Ojol yang Dilindas Cederai Suasana HUT ke-80 RI

Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:00 WIB

Tewasnya Driver Ojol yang Dilindas Cederai Suasana HUT ke-80 RI

Ilustrasi driver ojol yang sedang membawa penumpang. (Foto: NOJ/CNBC)

Suasana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) yang seharusnya menjadi refleksi untuk mengenang para pahlawan serta menghadirkan kegiatan yang positif bertema kemerdekaan berubah drastis dengan hadirnya peristiwa mencekam, tragis, dan duka. 


Aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dimulai sejak 25 Agustus hingga 29 Agustus 2025 menjadi saksi bisu kekesalan rakyat dengan kondisi negeri yang penuh dengan kontroversi. 


Tak hanya aksi, mereka menuntut agar DPR RI dibubarkan karena dinilai menyengsarakan rakyat. Politikus berdasi itu berjoget di tengah keresahan rakyat, seakan menikmati kekuasaan yang didapatkannya melalui suap-menyuap suara.


Hingga larut malam, aksi demonstrasi tak berhenti. Seragam hitam-hitam berjaga dengan gagahnya. Para pendemo tak berhenti menyuarakan aspirasinya. Tak ada respons sedikitpun dari Wakil Rakyat yang berdasi itu. Mereka hanya bergesekan dengan aparat kepolisian yang seakan menjadi benteng untuk melindungi yang berkuasa.


Barracuda Brimob Polri melintas dengan sangat gawat di tengah kerumunan aksi. Apa yang mereka kejar? Memenuhi perintah atasan kah? Atau memiliki kepentingan pribadi?


Di tengah jalan ada seorang ojek online (ojol) terjatuh terpeleset karena licinnya jalan. Ingin menepi ke pinggir. Namun barracuda menjadi momok menakutkan dengan melintas sangat cepat melindas ojol yang tak memiliki salah itu.


Tidak melihat ada ojol kah aparat yang di dalam barracuda itu? Atau hanya pura-pura tidak melihat demi memenuhi kepentingannya sendiri. Lebih parahnya lagi setelah menabrak, Barracuda itu kabur seakan-akan tidak bersalah. Mana tanggung jawabnya sebagai aparat? Apakah dengan kabur, rakyat menerima peristiwa mencekam itu? Tidak segampang itu, rakyat tidak diam, mereka terus menuntut agar keadilan ditegakkan di negara demokratis ini. Aparat itu harus bertanggung jawab dan dihukum dengan selayaknya.


Tanpa disadari, hal itu mencederai Hari Ulang Tahum (HUT) Ke-80 RI yang menjadi momentum penting dan bersejarah bagi bangsa ini. Aparat yang melindas ojol merusak suasana bulan kemerdekaan dengan peristiwa duka yang tak diinginkan ini.


Ungkapan maaf dari pihak kepolisian maupun pemerintah hanya sebatas respons atas peristiwa ini, tidak untuk melupakan duka ini. Mari terus mengawal proses hukum aparat itu sampai benar-benar adil, tepat, dan tidak menguntungkan aparat dengan alasan apapun.


Jangan lupa untuk terus kirimkan doa kepada almarhum Affan Kurniawan. Seorang ojol pejuang nafkah keluarga yang wafat di tengah aksi demonstrasi karena dilindas barracuda Brimob Polri.


Selamat jalan pejuang. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, diampuni dosanya, serta ditempatkan di surganya. Amin.