• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Tapal Kuda

NU di Bondowoso Gelar Istighotsah Kebangsaan Peringati HUT Ke-77 RI

NU di Bondowoso Gelar Istighotsah Kebangsaan Peringati HUT Ke-77 RI
Istighotsah Kebangsaan dan Haul Pahlawan untuk memperingati HUT ke-77 RI oleh MWCNU Cerme, Bondowoso. (Foto: NOJ/ Sholahudin Ghazali)
Istighotsah Kebangsaan dan Haul Pahlawan untuk memperingati HUT ke-77 RI oleh MWCNU Cerme, Bondowoso. (Foto: NOJ/ Sholahudin Ghazali)

Bondowoso, NU Online Jatim
Kiprah tokoh-tokoh NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia telah cukup banyak tercatat sejarah. Untuk itu sebagai upaya mengenang jasanya, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme, Bondowoso menggelar Istighotsah Kebangsaan dan Haul Pahlawan, Selasa (16/08/2022) malam.


Acara yang dipusatkan di Auditorium KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin, Cerme, Bondowoso itu diikuti elemen pengurus NU setempat, termasuk jajaran Syuriah dan Tanfidziyah, serta banom NU setempat.


Dalam kesempatan ini, Rais MWCNU Cerme KH Abdur Rahman menyampaikan esensi tentang kemerdekaan, sehingga sesepuh NU berani berkorban jiwa dan raga dalam mengusir penjajah.


“Sebenarnya yang harus kita refleksikan sebagai tolak ukur dalam berjamiyah ialah kita harus berani berkorban untuk kemaslahatan organisasi dan orang banyak, sebagaimana para masyayikh NU dahulu,” ujarnya.


Ia mengatakan, hendaknya Nahdliyin terus mengaji, tahlilan, dan mengikuti hal-hal yang diwariskan para guru-guru dalam menegakkan agama Islam. Hal itu menurutnya, merupakan salah satu upaya menghargai perjuangan para sesepuh.


Selain itu, Kiai Abdur Rahman menyoroti terkait perayaan hari kemerdekaan yang dinilai terlalu berlebihan. Apalagi banyak event yang dilakukan jauh dari kesan bermanfaat dan tidak patut untuk dijadikan contoh.


"Sepatutnya kita merayakan kemerdekaan itu dengan tetap mengaji, tahlilan, serta ikut apa yang telah diperintahkan oleh Masyayikh NU. Sangat disayangkan jika masih ada yang merayakan kemerdekaan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat,” katanya.


Sementara Ketua MWCNU Cerme, H Faidul Mannan menyampaikan, keberhasilan pahlawan dalam mengusir penjajah itu karena adanya persatuan dan kesatuan. Oleh karenanya, sebagai generasi penerus hendaknya mencontoh dan meneladani hal-hal yang dilakukan tersebut.


“Spirit inilah yang harus dicontoh bagi generasi kita hari ini, yakni dengan mengikuti jejak dan ajaran beliau-beliau, utamanya para masyayikh NU yang ikut berjuang,” ucapnya.


Dirinya pun menyampakan terima kasih kepada kader penggerak NU di berbagai tingkatan yang telah hadir dalam kegiatan ini. “Tak lupa kepada pengurus MWCNU, lembaga dan banom NU yang kompak memeriahkan kegiatan ini," pungkasnya.


Penulis: Sholahudin Ghazali


Tapal Kuda Terbaru