• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

Unik, Pesantren di Sumenep Gelar Upacara HUT ke-77 RI Sarungan

Unik, Pesantren di Sumenep Gelar Upacara HUT ke-77 RI Sarungan
Upacara HUT ke-77 RI di Pondok Pesantren At Taufiqiyah, Bluto, Sumenep dilakukan dengan sarungan. (Foto: NOJ/ Habib)
Upacara HUT ke-77 RI di Pondok Pesantren At Taufiqiyah, Bluto, Sumenep dilakukan dengan sarungan. (Foto: NOJ/ Habib)

Sumenep, NU Online Jatim
Pondok Pesantren At Taufiqiyah, Bluto, Sumenep melaksanakan upacara bendera perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI), Rabu (17/08/2022). Ada hal unik dan menarik dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman pesantren setempat itu, yaitu seluruh peserta upacara menggunakan sarung.


Pantauan NU Online Jatim, Kepala Pondok pesantren At Taufiqiyah Kiai Qudsi Hasyim yang bertindak sebagai inspektur upacara nampak berapi-api menyampaikan orasinya. Dengan setelan baju putih, jas hitam, peci hitam, sarung putih, dan kacamata, semakin menambah aura karismatik dalam dirinya.


“Merdeka!” ujarnya mengawali orasi di pagi itu.


Ia mengatakan, pelaksanaan upacara ini dikemas dengan memakai sarung ala santri untuk menunjukkan bahwa santri dari dulu hingga sekarang mempunyai peranan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.


“Acara ini kami tidak memakai celana, tapi memakai sarung. Ini menunjukkan bahwa santri dari dulu sampai sekarang memegang peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.


Dikatakan, ketika revolusi jihad digelorakan oleh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, maka detik itu juga santri-santri di Indonesia turut serta dalam upaya memperjuangkan tercapainya kemerdekaan Indonesia.


“Pasca revolusi jihad digelorakan, santri berada di garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ucap Kiai Qudsi.


Oleh karena itu, sebagai penerus bangsa hendaknya mempunyai tekad dan semangat yang kuat dalam merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Kaum santri hendaknya terus menempati posisi-posisi penting dan strategis di negara Indonesia,” pungkasnya.


Diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh Pengasuh Pondok Pesantren At Taufiqiyah KH Imam Hasyim. Turut serta pula seluruh pengurus pesantren, dewan guru, dan ribuan santri pondok pesantren setempat.


Editor:

Madura Terbaru