• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Keislaman

Ternyata Hadits Ini Inspirasi Bendera Merah Putih

Ternyata Hadits Ini Inspirasi Bendera Merah Putih
Tampak santri melaksanakan upacara bendera (Foto:NOJ/pondoktremas)
Tampak santri melaksanakan upacara bendera (Foto:NOJ/pondoktremas)

Tiap perkumpulan memiliki lambang dan bendera kebanggaan, apalagi selevel negara pasti memiliki lambang dan bendera yang menjadi identitasnya. Misal, negara Turki benderanya bergambar bintang dan bulan sabit, negara Saudi Arabia bertuliskan khat syahadat dan gambar pedang. Termasuk Indonesia memiliki bendera berwarna merah putih.


Bendera merah putih yang dimiliki oleh Indonesia mengandung nilai filosofis; merah adalah berani, perjuangan; putih adalah ikhlas, suci. Kedua warna ini bila digabung, maka memunculkan arti: perjuangan penuh ikhlas atau berjuang membela negara hingga titik darah penghabisan dengan penuh ikhlas.


Menariknya, pilihan warna merah putih untuk bendera Indonesia ternyata terinspirasi dari hadits Nabi. Hal ini disampaikan oleh KH. Abdullah Habib Faqih yang bersumber dari kisah Habib Husain bin Abu Bakar Al-Idrus Luar Batang.


Berikut haditsnya:


عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى زَوَى لِي الْأَرْضَ حَتَّى رَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَأَعْطَانِي الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ 


Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku sehingga aku bisa melihat (kejayaan Islam) di Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah ditampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)


Penjelasan mengenai warna merah putih disebutkan dalam Aunul Ma’bud:


الْأَحْمَر وَالْأَبْيَض: أَيْ الذَّهَب وَالْفِضَّة . وَفِي النِّهَايَة فَالْأَحْمَر مُلْك الشَّام وَالْأَبْيَض مُلْك فَارِس ، وَإِنَّمَا قَالَ لِفَارِس الْأَبْيَض لِبَيَاضِ أَلْوَانهمْ وَلِأَنَّ الْغَالِب عَلَى أَمْوَالهمْ الْفِضَّة ، كَمَا أَنَّ الْغَالِب عَلَى أَلْوَان أَهْل الشَّام الْحُمْرَة وَعَلَى أَمْوَالهمْ الذَّهَب اِنْتَهَى . قَالَ النَّوَوِيّ : الْمُرَاد بِالْكَنْزَيْنِ الذَّهَب وَالْفِضَّة ، وَالْمُرَاد كَنْز كِسْرَى وَقَيْصَر مَلِكَيْ الْعِرَاق وَالشَّام


Artinya: Merah dan putih maksudnya adalah emas dan perak. Dalam kitab nihayah: merah adalah kerajaan Syam, putih adalah kerajaan Persia. Persia disebut putih karena putihnya warna kulit mereka dan mata uang mereka adalah perak. Begitu juga penduduk Syam yang umumnya warna kulitnya merah, mata uang mereka adalah emas. Imam Nawawi berkata : Maksud merah dan putih adalah emas dan perak. Sedangkan maksud harta simpanan Kisra dan Kaisar yaitu dua kerajaan Irak dan Syam.


Kemudian kitab Aunul Ma’bud melanjutkan:


قَالَ النَّوَوِيّ : فِيهِ إِشَارَة إِلَى أَنَّ مُلْك هَذِهِ الْأُمَّة يَكُون مُعْظَم اِمْتِدَاده فِي جِهَتَيْ الْمَشْرِق وَالْمَغْرِب 


Artinya: Imam Nawawi berkata, bahwa hadits ini memberikan isyarat sesungguhnya kerajaan umat Islam akan mencapai kejayaan, terbentang di Timur dan Barat. 


Hadits di atas disinyalir sebagai sumber inspirasi bendera Indonesia berwarna merah putih. Meski demikian dalam beberapa syarah disebutkan bahwa merah putih adalah emas perak yang identik dengan kekayaan melimpah, kesuburan dan kemenangan.


Apakah dengan kejayaan tersebut perjuangan Islam telah usai? Ternyata tidak. Sebab redaksi hadits di atas ada kelanjutannya, bahwa kejayaan umat Islam yang menyebar di penjuru Timur dan Barat akan mengalami fitnah di antara umat Islam sendiri. Berikut lanjutan redaksi haditsnya:


وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا


Artinya: Dan sesungguhnya aku meminta kepada Allah agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan yang parah, dan Allah tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai umatku selain diri mereka sendiri, sehingga menyerang perkumpulan mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa diubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan parah dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka (umatmu) selain diri mereka sendiri, lalu mereka menyerang perkumpulan mereka sendiri, walaupun musuh mengepung dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagian lainnya dan saling menawan satu sama lain. (HR. Muslim no. 2889).


Walhasil, warna merah putih sebenarnya bukan hanya memberikan inspirasi untuk bendera, akan tetapi juga sebuah peringatan bahwa kemenangan, kejayaan umat Islam yang digambarkan dengan warna merah putih itu akan menghadapi badai fitnah di antara umat Islam sendiri. Terbukti dari kejayaan itu, pasca Rasulullah wafat, umat Islam dilanda fitnah hingga meletus pertikaian, dan peperangan.


Editor:

Keislaman Terbaru