• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Pantura

Pandemi Tidak Halangi Fatayat NU Babat, Lamongan Gelar Kaderisasi

Pandemi Tidak Halangi Fatayat NU Babat, Lamongan Gelar Kaderisasi
LKD digelar PC Fatayat NU Babat, Lamongan di tengah pandemi. (Foto: NOJ/Sania)
LKD digelar PC Fatayat NU Babat, Lamongan di tengah pandemi. (Foto: NOJ/Sania)

Lamongan, NU Online Jatim

Kaderisasi sangatlah penting sebagai sarana untuk mempertahankan ajaran dan kesinambungan penerus di masa mendatang. Meskipun sedang pandemi tetap harus dilakukan yang tentu saja menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

 

Semangat itu juga yang ditunjukkan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Babat, Lamongan dengan mengadakan Latihan Kader Dasar (LKD), Ahad (27/12/2020).

 

Pengkaderan yang dipusatkan di Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (Unisda) ini seharusnya dilakukan selama  dua hari. Namun karena masa pandemi, LKD cukup dilaksanakan sehari.

 

“Pengkaderan merupakan bentuk realisasi program pengembangan sumber daya manusia untuk mencetak kader militan,” kata Uswatun Hasanah.

 

Ketua PC Fatayat NU Babat tersebut mengatakan bahwa generasi muda harus mampu mengisi dan ikut andil dalam pembangunan masyarakat untuk menjadi lebih baik.

 

Yang juga harus menjadi perhatian adalah ukhwah. “Baik ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah maupun ukhwah basariyah,” jelasnya.

 

Dalam perkembangan zaman, warga NU juga harus rela berkorban. Hal tersebut dibuktikan dengan berani berkorban waktu, jiwa dan harta serta mengembangkan cakrawala berpikir dengan disertai keteladanan dan rasa saling memahami.

 

Ida Rahmawati dari Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur sangat mengapresiasi semangat PC Fatayat NU Babat yang tergolong baru.

 

“Sebagai kader Fatayat NU, kita harus menjadi wanita yang membanggakan, berbudi luhur dan kreatif untuk dapat menghadapi tantangan perkembangan zaman, yakni persoalan ideologi,” tuturnya.

 

Di ujung sambutan, dirinya mengingatkan saat ini dihadapkan dengan teknologi yang semakin canggih. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya orang belajar instan dari internet tanpa mencari sumber aslinya.

 

“Sebagai kader militan, kita harus mampu menyaring informasi untuk dibagi, dan mampu mempertahan ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah untuk menghadapi tantangan persoalan ideologi,” pungkasnya.

 

Penulis: Sania

Editor: Syaifullah


Editor:

Pantura Terbaru