• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Pantura

Rawat Tradisi, IPNU Lamongan Silaturahim ke Sejumlah Kiai

Rawat Tradisi, IPNU Lamongan Silaturahim ke Sejumlah Kiai
Silaturahim PC IPNU Lamongan di kediaman KH Bi'in Abdusaalam. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki)
Silaturahim PC IPNU Lamongan di kediaman KH Bi'in Abdusaalam. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki)

Lamongan, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lamongan mengadakan program baru. Yang dilakukan yaitu silaturahim ke beberapa kiai pengasuh pesantren maupun tokoh Nahdlatul Ulama. 
Kegiatan pertama dilakukan di kediaman KH Bi'in Abdussalam selaku Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan.

 

“Kami berharap agar IPNU ke depan bisa menjadi tameng dalam menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua PC IPNU Lamongan, Hasan As'ari, Jumat (03/09/2021).

 

Disampaikannya bahwa IPNU adalah kader NU, karena itu punya tugas mengawal sesuai dengan bidangnya.

 

Sekretaris PC IPNU Lamongan, Achmad Faiz Shulthoni mengemukakan bahwa kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Dijelaskan bahwa sebenarnya selama ini tradisi sowan atau silaturahim kepada kiai dan pengasuh pondok pesantren sudah menjadi kebiasaan warga NU, termasuk kader IPNU. Namun hal itu bersifat personal, sehingga dari sisi penguatan kelembagaan kurang mengena.

 

“Makanya kita sowan secara organisasi atas nama IPNU sehingga juga dapat ilmu walaupun tidak mengaji seperti biasanya. Ilmu itu kami peroleh dari tausiah dan pesan-pesan yang disampaikan kiai,” jelasnya.
 

Dikemukakan bahwa program sowan kiai cukup penting di era seperti ini, karena di samping bersilaturahim kepada kiai, juga sebagai ikhtiar merawat tradisi.

 

“Tradisi sowan kepada kiai harus dilestarikan, khususnya di kalangan generasi muda NU. Sebab, saat ini cukup banyak gangguan yang berpotensi menggerogoti kebiasaan sowan kepada kiai,” jelasnya. 

 

Dijelaskan bahwa ada puluhan kiai, tokoh Nahdlatul ulama, dan pengasuh pesantren yang siap dikunjungi dalam waktu mendatang.

 

“Kegiatan ini, juga kami dokumentasikan dan akan ditayangkan di channel Yuo Tube Pelajar NU Lamongan,” ujarnya.

 

Pada saat yang sama juga melakukan penulisan terkait perjalanan hidup kiai yang dikunjungi. Seperti sosok KH Bi'in Abdussalam (Kiai Bi’in) yang memiliki keunikan dalam berdakwah, yaitu melalui budaya modern berupa ceramah dan grup shalawat, tahlil keliling dan sebagainya. 

 

“Kiai Bi'in tidak menghentikan atau menghalangi kebiasaan masyarakat, namun memasukinya untuk kemudian mengubah dan mengarahkan pelan-pelan tradisi hingga jauh dari kemungkaran. Itu juga ciri khas dakwah Wali Songo yang dikemas modern,” jelas Faiz.

 

Selain itu, kebiasaan mengaji Kiai Bi'in juga dikenal sebagai kiai yang unik karena juga ahli Mekanik. Hal tersebut dibuktikan di kediamannya terdapat banyak perlengkapan elektro.

 

“Kiai Bi'in juga ikut berjuang sebagai Ketua PCNU Lamongan masa khidmat 2013 hingga 2018,” pungkasnya.

 

Penulis: M Idris Muzaki 
Editor: Syaifullah


Editor:

Pantura Terbaru