• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Matraman

Kisah Unik Kader IPNU jadi Relawan PMI Trenggalek

Kisah Unik Kader IPNU jadi Relawan PMI Trenggalek
Khoirul Khakim (kiri), Relawan PMI Markas Trenggalek. (Foto : NOJ/Marisa)
Khoirul Khakim (kiri), Relawan PMI Markas Trenggalek. (Foto : NOJ/Marisa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Khoirul Khakim, adalah salah satu relawan Korp Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) asal Kabupaten Trenggalek. Khakim memiliki kisah unik dan inspiratif saat mengabdikan dirinya kepada masyarakat sebagai relawan PMI. 

 

Selain aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), sudah tiga tahun Khakim menjadi relawan PMI. Tepatnya sejak tahun 2018 silam. Aktifitas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat adalah salah satu hal yang digemari.

 

"Pengalaman lucu saat mengikuti pelatihan itu, ketika sedang praktik membawa korban dengan tandu. Namanya manusia, kadang ada saja yang mengganggu pikiran sampai membuat kita tidak bisa konsentrasi. Jadi ya membawa tandunya tarik menarik, yang satu maju yang satu mundur," ujar Ketua KSR Markas Trenggalek itu sembari tertawa.

 

Dari kejadian itu, ia menyadari bahwa kerja sama tim sangat dibutuhkan. Selain pekerjaan cepat selesai, persaudaraan dan kekeluargaan semakin erat.

 

Dari apa yang diceritakan Khakim, banyak hal dadakan terjadi di sekitarnya, apalagi yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

 

Ia menceritakan, suatu ketika terjadi kecelakaan di daerah sekitar tempat tinggalnya. Secara langsung dirinya serta warga sekitar serentak menolong korban kecelakaan tersebut.

 

Bagi orang awam, mereka akan melakukan hal yang sesuai insting, seperti ketika ada kecelakaan langsung digotong tanpa memeriksa keadaan korban.

 

"Namum bagi saya yang pernah tahu dan mendapat pendidikan P3K, maka warga pun saya beri pengertian. Tentu saja dengan bahasa sopan dan mudah dipahami agar tidak menyinggung perasaan,” urainya.

 

“Bukan bermaksud menggurui, namun penting melakukan P3K pada korban kecelakaan. Karena kalau salah menolong itu akan berakibat fatal bagi si korban sendiri. Kita niatnya menolong malah dengan tidak sengaja mencelakai," lanjut alumni Pondok Pesantren Hidayatulloh, Jombok, Trenggalek tersebut.

 

Menurutnya, seringnya bertatap muka dengan masyarakat akan membentuk sosial kemasyarakatan serta melatih kepekaan. "Sat-set, apalagi masalah P3K," tandasnya.

 

 

Ia juga menyampaikan, tidak akan menemukan kebahagiaan menjadi relawan ketika memperhitungkan masalah materi. Tetapi akan mendapatkan kebahagiaan ketika memprioritaskan keikhlasan, karena telah menolong orang tertanam dalam hati.

 

"Untuk temen-temen jangan takut kalau ada donor darah, donor saja. Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi diri kalian sendiri. Bisa awet muda dan mengurangi berat badan, karena sirkulasi darah baru akan terbentuk ketika melakukan donor darah," pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru