• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Pantura

Rektor Unisla, Menuju Satu Abad NU Harus Penuhi Semua Ruang Kehidupan

Rektor Unisla, Menuju Satu Abad NU Harus Penuhi Semua Ruang Kehidupan
H Bambang Eko Muljono, Rektor Universitas Islam Lamongan. (Foto: NOJ/Idris)
H Bambang Eko Muljono, Rektor Universitas Islam Lamongan. (Foto: NOJ/Idris)

Lamongan, NU Online Jatim

Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla) Bambang Eko Muljono turut hadir dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung 22-24 Desember 2021 lalu. Ia menyaksikan muktamar berlangsung menyejukkan dan semua proses berjalan dengan lancar.

 

"Alhamdulillah, muktamar kali ini berjalan dengan ayem, tentrem, damai dan sejuk, baik di dalam ruangan maupun di luar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Apapun hasil yang terjadi pada muktamar ialah hasil jerih payah seluruh muktamirin. Terlepas sebelumnya mungkin ada yang pro dan kontra, tapi ini adalah hasil yang terbaik," terangnya.

 

Menurutnya, Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar adalah kiai yang berpengetahuan luas dalam memimpin organisasi Islam. Sebelumnya Kiai Miftah sudah menjadi Pj Rais Aam PBNU menggantikan KH Ma'ruf Amin dan juga Ketua Umum MUI.

 

"Kiai Miftah juga sebagai tokoh teladan dan inspiratif yang membuatnya sangat siap memimpin kembali NU sebagai Rais Aam,” jelasnya.

 

Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf adalah sosok kiai muda yang memiliki karakteristik kepemimpinan dengan bekal pengalaman yang luas.

 

"Kiai Yahya adalah pilihan yang paling pas, ia juga punya jaringan internasional yang kuat,” ujarnya.

 

Ia berharap NU ke depan dapat menyatukan barisan-barisan titik kebutuhan dalam menjalani kehidupan. Mulai dari sektor kemajuan teknologi, ekonomi, pendidikan umum maupun pondok pesantren, serta rumah sakit NU.

 

"Ibarat NU ini ruangan besar yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas. Kita mengetahui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia ialah orang NU, maka selayaknya NU menuju satu abad ke depan dapat masuk dalam seluruh ruang kehidupan. Saya kira para Nahdliyyin sudah sangat dewasa sekali menuju satu abad NU," pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Pantura Terbaru