• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 April 2024

Pantura

Wakil Rais NU Jatim Ingatkan Bahaya Radikalisme di Internet

Wakil Rais NU Jatim Ingatkan Bahaya Radikalisme di Internet
Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir saat mengisi pengajian di pondok pesantren Tasdini Desa Lengkong Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jum'at (21/05/2021) malam. (Foto: NOJ/ M Yazid).
Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir saat mengisi pengajian di pondok pesantren Tasdini Desa Lengkong Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jum'at (21/05/2021) malam. (Foto: NOJ/ M Yazid).

Bojonegoro, NU Online Jatim

Bahaya radikalisme di era digital perlu diwaspadai semua elemen, termasuk para kiai di Jawa Timur. Hal ini disampaikan Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir.

 

"Ngaji lewat YouTube (ada yang) munculkan faham radikalisme, NU mengajak (semua kiai) ngaji naik ke YouTube (supaya lebih banyak yang mencegah radikalisme)," kata Kiai Matin , saat mengisi pengajian di pondok pesantren Tasdini Desa Lengkong Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jum'at (21/05/2021) malam.

 

Pengasuh pondok Pesantren Bejagung Tuban itu meningatkan supaya saat mengaji di internet harus memilih pengajian yang tidak menyebarkan paham radikalisme. "Pesan buat putra-putrinya harus hati-hati, bermain internet (pengajian di YouTube) yang ngaji itu siapa," ungkapnya dengan serius.

 

Menurutnya, globalisasi saat ini bagaimana menghadapi internet, televisi dan handphone harus bijak. Sehingga semuanya harus berpegangan kepada kiai. "Memberikan fatwa tanpa memberikan ilmu yang benar, akhirnya dia sesat dan menyesatkan," ucap Kiai Matin.

 

Selain itu, dalam ceramahnya, Kiai Matin mengingatkan agar mengendalikan nafsu. Sekaligus di zaman akhir banyak orang yang bisa berpidato (meski tentang agama), tapi sedikit ulama yang ngaji kitab. "Untuk itu perlu waspada (radikalisme)," terangnya.

 

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Tasdini, KH Moh Thohir mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah membantu suksesnya pengajian. Pasalnya panitia sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyemarakan dan mensukseskan acara tersebut.

 

"Semoga semuanya mendapatkan barokah dan berkah," ujarnya dalam sambutan sekaligus mewakili ketua panitia pengajian.

 

Kepala Desa Lengkong, Ahmad Solihin menyebut keberadaan Pondok Pesantren Tasdini memberikan dampak positif untuk anak-anak maupun masyarakat Desa Lengkong. Tidak hanya anak kecil, tapi orang tua masih semangat mengaji di Tasdini.

 

 

"Tasdini sangat berarti karena syiar Islam yang rahmatan lil alamin terus dilakukan (Tadini) sejak dahulu berdiri, sampai sekarang ini," pungkas Kepala Desa Lengkong tiga periode itu.

 

Editor: Romza


Editor:

Pantura Terbaru