Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Awas Virus Radikalisme, Orang Tua Diminta Awasi Anak Main HP

Awas Virus Radikalisme, Orang Tua Diminta Awasi Anak Main HP
Ilustrasi anak main HP. (Foto: NOJ/Istimewa)
Ilustrasi anak main HP. (Foto: NOJ/Istimewa)

Gresik, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat agar intensif mendampingi anak mereka, terutama di masa pembelajaran online selama pandemi Covid-19. Pendampingan diperlukan agar anak-anak selamat dari paparan doktrin radikal-ektrem dan virus-virus paham lainnya yang melenceng.

 

Diketahui, kelompok radikal-ekstrem memanfaatkan ruang-ruang media sosial untuk mempropagandakan paham mereka sekaligus merekrut anggota. Generasi milenial salah satu yang disasar. Selain melalui ruang percakapan macam aplikasi WhatsApp, kelompok ini juga memanfaatkan ruang percakapan di permainan-permainan online untuk merekrut anggota maupun koordinasi aksi.

 

“Karena itu berikan pendidikan yang terbaik kepada putra-putri kita. Sambungkan sanad keilmuan mereka kepada para kiai yang sudah jelas sanadnya dari Wali Songo hingga ke Rasulullah SAW. Dengan demikian maka akan terus terjaga generasi penebar keramahan, bukan kemarahan,” kata Ketua RMI Gresik Gus Allaudin kepada NU Online Jatim, Senin (05/04/2021).

 

"PC RMI NU Gresik juga mengajak kepada seluruh pondok pesantren untuk selalu bersinergi dengan pemerintah serta TNI dan Polri dalam memberantas pemikiran dan pergerakan terorisme. Pesantren harus terus menebarkan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin yang diajarkan para kiai yang sanad keilmuannya bersambung ke para wali hingga Rasulullah SAW,” tambah Gus Allaudin.

 

Ia menyesalkan tindakan teror yang dilakukan kelompok tertentu di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, dan di Mabes Polri beberapa pekan lalu. Apalagi salah satu pelakunya adalah wanita generasi milenial. Menurutnya, wanita milenial itu terseret karena terpengaruh dengan paham jihad yang keliru.

 

"Tindakan kekerasan ini juga menimbulkan fitnah dan kecurigaan terhadap kaum perempuan yang ingin menjaga dirinya dengan bercadar. Kelompok ini betul-betul menyadari the power of emak-emak. Mereka sangat paham efek teror yang ditimbulkan dari hal ini. Emak-emak yang belok kanan sein kiri saja sudah sangat mengerikan, apalagi emak-emak bawa pistol dan bom," ujar Gus Allaudin.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan