Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

H Ymron Farchan Wafat, NU Kota Surabaya Berduka

H Ymron Farchan Wafat, NU Kota Surabaya Berduka
Almarhum H Ymron Farchan, alias Oyek. (Foto: NOJ/ISt)
Almarhum H Ymron Farchan, alias Oyek. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim

Pada pekan terakhir ini warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam terus mendapatkan kabar duka. Sejumlah ulama, kiai dan aktivis jamiyah satu demi satu wafat, innalillahi wainna ialahi rajiun.

 

Yang terbaru, adalah H Ymron Farchan selaku Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya wafat.

 

Kepastian tersebut disampaikan H Achmad Muhibbin Zuhri, Selasa (06/07/2021) pagi.

 

“Ya benar, H Ymron Farchan yang juga Wakil Sekretaris PCNU Kota Surabaya wafat Senin kemarin,” katanya.

 

Disampaikan H Muhibbin bahwa almarhum lebih akrab dipanggil dengan sebutan Oyek.

 

“Saya sendiri tidak tahu asal-usul panggilan itu. Mungkin karena ia sering menirukan percakapan-dialek yek-yek Ampel dekat tempat tinggalnya,” jelasnya.

 

Dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut menyebutkan bahwa tiga bulan sebelum Covid-19 melanda, pernah berkesempatan melaksanakan ibadah umrah bersama almarhum.

 

Kala itu seorang pedagang di Madinah menduganya sebagai Hadrami.

 

"Enta Hadrami?," ucapnya kepada Oyek sambil menunjuklan mimik frustasi.

 

H Muhibbin tidak tahu persis apakah karena ada kemiripan wajah atau posturnya dengan orang Hadrami, karena thaub al-ashel yang dipakai, atau karena ada kebiasaan orang Hadrami yang sedang diperankan Oyek.

 

“Ya, saat itu Oyek sedang menawar barang. Tawarannya kelewat ekstrem. Saya tertawa melihat itu,” kenangnya.

 

Dalam catatan Cak Muhibbin, Oyek dikenal baik. Hampir setiap yang ditawar dia beli, meski jauh di atas penawarannya. Mungkin dia punya hobi menggoda pedagang.

 

“Oyek orangnya baik. Komitmennya sangat tinggi terhadap persahabatan,” akunya. Yang juga menonjol adalah tidak mudah kompromi, lebih-lebih dalam soal hak dan kebenaran, lanjutnya.

 

Cak Muhibbin menduga, mungkin ini pengaruh profesi bidang hukum yang ditekuni almarhum. Di luar itu, Oyek mudah bergaul dan mengasyikkan, sehingga temannya banyak dan dari berbagai kalangan.

 

“Saya berteman dengan dia sudah lama. Tapi saya baru tahu ternyata dia sudah mempersiapkan kepergiannya ini jauh-jauh hari,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur tersebut.

 

Dalam pandangan Cak Muhibbin, paling tidak sejak sekira 5 tahun lalu dia kelihatan sangat istikamah dalam kebaikan.

 

“Khidmahnya di PCNU Kota Surabaya allout dan dia paling aktif rutinan nariyah, meski tempat tinggalnya paling jauh dibandingkan jamaah lain,” terangnya

 

Di ujung keterangan, Cak Muhibbin berharap yang terbaik kepada almarhum Oyek.

 

“Beristirahatlah dengan tenang kawan, seperti sabda Nabi bahwa engkau syahid. Semoga Allah Azza wa Jalla memuliakanmu bersama para muassis NU, para aulia dan syuhada, dan selamat jalan Yek,” pungkas dia.


Editor:
F1 Bank Jatim