Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Harlah Ke-98 NU, Pastikan Tiang Agama Tetap Terjaga

Harlah Ke-98 NU, Pastikan Tiang Agama Tetap Terjaga
Resepsi Harlah ke-98 NU. (Foto: NOJ/RS)
Resepsi Harlah ke-98 NU. (Foto: NOJ/RS)

Surabaya, NU Online Jatim
Sebagai organisasi terbesar di Indonesia, bertepatan di hari lahirnya yang ke-98, NU terus menjalankan ajaran-ajaran para ulama pendiri terdahulu. Untuk itu, NU tetap konsisten dalam amalan-amalan yang sesuai dengan Ahlusunnah wal Jama'ah.

 

KH Marzuki Mustamar mengatakan, di usia NU yang sudah menuju satu abad, para Nahdliyin harus tetap konsisten menjaga kewajiban-kewajiban sebagai manusia yang beragama. Khususnya menjaga tiang-tiang Ahlusunnah wal Jama'ah.

 

“Dalam rangka Harlah NU ke-98 saya berpesan kepada diri saya sendiri dan keluarga, serta kepada seluruh warga NU Jawa Timur untuk menjaga agama, shalatnya diistikamahkan, pastikan kita, keluarga kita menjaga salat. Pastikan kita, keluarga kita terbiasa membaca Al-Qur’an,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

 

Kiai Marzuki menambahkan, sebagai organisasi NU yang berpegang teguh kepada Ahlusunnah wal Jamaah, tentu harus menjaga dan tetap konsisten agar memastikan, agama, akidah, dan lain sebagainya tetap dilaksnaakan sesuai panduannya.

 

“Dan NU sebagai tugas pokok adalah memastikan agama ini aman, akidah aman, dan amaliah-amaliah Ahlusunnah wal Jamaah pastikan berjalan dengan baik di lingkungan masing-masing,” tambahnya, Ahad (28/02/2021).

 

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Gesek, Malang menuturkan, jika akidah dan pemahaman bertolak belakang dengan asas NU yang berpotensi akan menimbulkan kehancuran atau kerusakan agar tidak menjadi pengurus di tempat-tempat ibadah.


    
“Seluruh pengurus NU mulai tingkat dari anak ranting, ranting, dan yang lain-lain. Pastikan jangan ada masjid atau musala NU yang takmiri, dikhutbai, diimami, oleh orang yang akidahnya dan pahamnya bertentangan dengan Ahlusunnah wal Jamaah atau wawasan berbangsa dan benegaranya bisa mengancam membahayakan NKRI,” tuturnya.

 

Kiai Marzuki mengungkapkan, kesuksesan NU ketika semua amalan-amalan yang berlandasakan Al-Qur’an dan Al-Hadis, lebih tepatnya tetap merujuk kepada Ahlusunnah wal Jamaah dapat dilaksanakan dengan baik dan dinamis.

 

“Pastikan di lingkungan kita masing-masing tahlilan tetap jalan, manakib tetap jalan, shalawatan tetap jalan, diseluruh di Jawa Timur, rumah-rumah tetap ada tahlilan. Masjid dan musala tetap dibiasakan tiang-tiang NU. Ketika semua itu dilakukan, berarti NU sukses sebagai jam'iyah diniyah,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim