Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sisi Lain Kegiatan Lailatul Ijtima Nahdliyin di Gresik

Sisi Lain Kegiatan Lailatul Ijtima Nahdliyin di Gresik
Suasana lailatul ijtima dengan tetap menjaga jarak. (Foto: NOJ/Syafik H)
Suasana lailatul ijtima dengan tetap menjaga jarak. (Foto: NOJ/Syafik H)

Gresik, NU Online Jatim

Lailatul ijtima adalah kegiatan yang menjadi tempat berkumpulnya warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan digelar dalam rangka musyawarah dan berdoa bersama.

 

Dalam suasana pandemi, kegiatan sempat terhenti karena taat dengan instruksi NU dan pemerintah. Dan saat new normal, kegiatan di sejumlah daerah diselenggarakan kembali meskipun dengan berbagai ketentuan. Seperti yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Babakbawo, Dukun, Gresik.

 

Kegiatan diawali dengan membaca daftar almarhum dan almarhumin pengurus NU dari keluarga warga. Kemudian dilakukan shalat ghaib dilanjutkan dengan tahlil dan istighosah, serta doa. Acara dipungkasi dengan pemberian santunan kepada yatim.

 

Acara yang diikuti sejumlah warga dan menaati protokol kesehatan tersebut dipusatkan di Masjid Baitul Huda, Desa Babakbawo Kecamatan Dukun, Rabu (2/9/2020) malam.

 

Ketua PRNU Babakbawo, Ustadz Choiril Anwar mengatakan bahwa lailatul ijtima adalah forum bagi warga NU dalam rangka musyawarah bersama tentang hal yang berkaitan organisasi dan aspirasi lain.

 

“Lailatul ijtima adalah malam berkumpul sebagai hablun minnallah melalui doa kepada Allah agar hajat kita diijabahi dan dikabulkan Allah SWT, termasuk pemberian santunan kepada yatim,” jelasnya.

 

Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah nahdlatul Ulama (LAZISNU), Ahmad Hilal Zuhri menuturkan bahwa santunan yang dibagikan merupakan ikhtiar bersama warga NU sebagai upaya meringankan beban yatim.

 

“Santunan ini juga bisa dijadikan untuk edukasi dan inspirasi kepada warga yang lain, bahwa ada sebagian warga yang meminta uluran dan bantuan,” jelasnya. 

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim