Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Usaha Sempat Terhenti, LAZISNU Jatim Bantu Permodalan

Usaha Sempat Terhenti, LAZISNU Jatim Bantu Permodalan
Fatimah, penerima bantuan modal usaha. (Foto: NOJ/LJ)
Fatimah, penerima bantuan modal usaha. (Foto: NOJ/LJ)

Gresik, NU Online Jatim

Sektor ekonomi di masa pandemi Covid-19 memang sangat terpukul. Banyak usaha warga yang terpaksa harus gulung tikar akibat kekurangan modal. Mencegah hal tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 1 juta kepada warga dalam kategori fakir dan miskin. Bantuan ini adalah implementasi dari program Bina Desa Nusantara.

 

Salah satu penerimanya, yaitu Fatimah, warga Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik. Fatimah menggeluti usaha menjahit sejak lama. Namun kini, usahanya sempat terhenti karena kekurangan modal.

 

“Saat pandemi ini, saya sempat berhenti menjahit karena kekurangan modal. Dan seringkali pemesan minta terima jadi,” katanya, Kamis (25/02/2021).

 

 Selain itu, mesin jahit yang ia gunakan juga sering menjadi kendala.

 

“Mesin ini sudah lama sekali, makanya terlihat usang dan tidak terawat. Beberapa kali juga pernah rusak, sehingga menghambat pengerjaan pesanan,” uajrnya.

 

Saat menerima bantuan modal usaha dari PW NU Care-LAZISNU Jawa Timur, dirinya pun sangat senang dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.

 

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan yang diberikan. Uang ini akan saya gunakan untuk modal usaha, agar bisa menerima pesanana lagi,” ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, Fatimah juga mendoakan para donatur yang telah mempercayakan dananya kepada PW NU Care-LAZISNU Jawa Timur.

 

“Semoga para donatur senantiasa diberi keberkahan dalam hidupnya, serta sehat selalu,” ucapnya.

 

Muhammad Sueb, Wakil Ketua PW NU Care-LAZISNU Jawa Timur yang mengunjungi rumah Fatimah berharap, dengan diberikannya bantuan ini, ke depan para mustahik bisa menjadi muzakki.

 

“Program kami adalah bagian dari zakat produktif. Maka kami berharap, jika saat ini masih menjadi mustahik, di kemudian hari bisa menyalurkan zakatnya,” terangnya.

Bank Jatim (31/7)