• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Tapal Kuda

Jelang Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Ziarah Kubur

Jelang Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Ziarah Kubur
H Abdul Wahib Ketua PC LDNU Lumajang saat menjelaskan perkara yang dilakukan saat berziarah kubur. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
H Abdul Wahib Ketua PC LDNU Lumajang saat menjelaskan perkara yang dilakukan saat berziarah kubur. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim
Menjelang Bulan Ramadhan tradisi yang biasa dilakukan umat Islam di Indonesia, khususnya Nahdliyin adalah berziarah kubur. Ada beberapa hal yang hendaknya menjadi perhatian dan dilakukan saat berziarah kubur. Supaya ziarahnya benar-benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW serta bernilai ibadah.
 

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Lumajang, H Abdul Wahib saat Ngaji Selosoan yang mengangkat tema tradisi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Acara tersebut berlangsung di studio Media Center An-Nahdloh (MCN) Gedung PCNU 1 Jalan Alun-alun Timur Lumajang, Senin (28/03/2022) malam.
 

Abah Wahib menuturkan, tradisi ziarah yang mengakar kuat di kalangan Nahdliyin harus terus dilestarikan, terutama saat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Namun, hal itu harus disertai keilmuan tata cara yang benar yang diajarkan Rasulullah.
 

"Jadi bukan hanya bawa sapu, celurit, setelah membersihkan makam langsung pulang, tidak. Ada hal yang diajarkan Rasulullah saat kita berziarah kubur," ungkapnya.
 

Di antaranya, lanjut Abah Wahib, ketika berziarah hendaknya memakai pakaian yang menutup aurat dan sopan, karena makam dianggap sebagai tempat yang harus dimuliakan. Kemudian mengucapkan salam.
 

"Lafadznya ya, Assalamualaikum ya Ahlal Qubur. Kalau tidak bisa, ya cukup ucapkan salam seperti biasanya. Setelah itu jika sudah masuk komplek makam alas kaki harap dilepas," imbuh Abah Wahib.
 

Menurutnya, dulu Rasulullah saat mengetahui ada salah seorang sahabat memakai alas kaki langsung ditergurnya, dan kemudian sahabat mencopot serta alas kakinya.
 

"Kemudian, ketika berziarah jangan sampai duduk di pusara makam, karena hal itu termasuk hal yang sangat tidak terpuji, seperti yang dijelaskan dalam kitab Sahih Muslim Hadits Riwayat Abi Hurairah. Dan ketika berjalan jangan melangkahi pusara makam," lanjutnya.
 

Kemudian, hal terpenting saat berziarah adalah mendoakan ahli kubur. Untuk kaifiah berdoanya adalah peziarah bisa ada di sebelah barat makam atau di sebelah timurnya serta memakai doa yang telah diajarkan Ulama.
 

"Baca Yasin, Tahlil dan doa-doa lainnya. Ini penting dilakukan. Jika tidak bisa ya belajar bagaiamana cara mendoakan ahli kubur kepada para ulama, jika terpaksa tidak bisa ya pakai doa jawa padang dalane jembar kubure," tandasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru