• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

Ngaji Bareng Warga Banyuwangi, Gus Baha Urai Bentuk-bentuk Keimanan

Ngaji Bareng Warga Banyuwangi, Gus Baha Urai Bentuk-bentuk Keimanan
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Istimewa).
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Istimewa).

Banyuwangi, NU Online Jatim

KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha menyebutkan bahwa di antara bentuk keimanan seseorang adalah berbuat kebaikan. Seperti memerdekakan budak hingga melakukan pekerjaan yang terbaik.

 

Demikian disampaikan Gus Baha saat menguraikan tentang kandungan hadits Nabi Muhammad SAW yang tercantum dalam kitab Shahih Muslim, pada hadits nomor 136 bab Iman.

 

“Hadits ini penting sebagai pegangan bagi kita untuk kehidupan sosial,” tuturnya ketika mengisi program “Smart Santri” yang digelar rutin Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara virtual, Rabu (23/6/2021) malam, dilansir jatimhariini.com.

 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, bahwa bentuk-bentuk keimanan yang terurai dalam hadits tersebut sangat penting diketahui sebagai pegangan hidup manusia.

 

Gus Baha mengisahkan, suatu ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Bagaimana jika tidak mampu melakukan atas segala kebaikan tersebut? Mengingat hal itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

 

Mendapati pertanyaan demikian, Nabi Muhammad menjawab dengan sangat bernas: Taquffu syarraka an-in-nass, fainnahaa shadaqatun minka alaa nafsika, yaitu jagalah potensi keburukanmu menimpa orang lain, sesungguhnya hal demikian itu adalah sedekah darimu untuk dirimu sendiri.

 

“Jika tidak bisa berbuat baik, potensi keburukan kita jangan sampai menimpa orang lain. Keburukan itu bisa seperti tindakan kriminal, atau sekadar mengganggu orang lain,” terang Gus Baha.

 

Pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Narukan, Rembang itu mencontohkan, ada orang sedang “sumpek”. Kemudian mengunjungi temannya yang sedang bekerja sehingga mengganggu waktu teman tersebut.

 

“Itu juga tidak boleh, karena berarti keburukan kita berakibat buruk pada orang lain,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Gus Baha pun mendoakan agar semua warga Banyuwangi diberikan kemampuan untuk berbuat kebaikan oleh Allah SWT.

 

 

“Semoga para pemimpinnya juga melahirkan keputusan-keputusan yang membawa kebaikan bagi semua,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, pengajian yang digelar secara virtual tersebut ditayangkan lewat kanal Youtube dan akun media sosial Pemkab Banyuwangi. Acara berlangsung dengan khidmat dan sarat makna.


Tapal Kuda Terbaru