• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Tapal Kuda

Perkuat Moderasi Beragama, PMII di Pasuruan Gelar Kajian Lintas Agama

Perkuat Moderasi Beragama, PMII di Pasuruan Gelar Kajian Lintas Agama
Kajian lintas agama yang diadakan PK PMII Ngalah UYP, Selasa (23/03/2021). (Foto: NOJ/ Makhfud Syawaludin).
Kajian lintas agama yang diadakan PK PMII Ngalah UYP, Selasa (23/03/2021). (Foto: NOJ/ Makhfud Syawaludin).

Pasuruan, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) mengadakan Kajian lintas agama dengan tema "Moderatisme dalam Merawat Keberagaman Bangsa", Selasa (23/03/2021). Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini dilaksanakan di Hall Meet Lantai II Gedung NKRI, Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.

 

M Anang Sholikhudin, Kepala Pusat Religius Pluralistik UYP mengatakan, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan kepada pemeluk agama lain yang berbeda.

 

"Islam ataupun agama lainnya tidak pernah mengajarkan kekerasan. Justru agamalah yang mengajarkan cinta dan kasih sayang. Agama sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan yang mampu membangun pergaulan agama yang lebih manusiawi dan meredam potensi-potensi kekerasan umat beragama dan bersatu padu membangun peradaban Negara, Indonesia," ujarnya saat menjadi pemantik kajian tersebut.

 

Ia juga menjelaskan penyebab mudahnya pemeluk agama menyebarkan kebencian dan kekerasan atas nama agamanya, yakni ketika agama dijadikan sebagai alat politik.

 

"Harapan besar saya, PMII bisa membawa politik kebangsaan atau politik kemanusiaan dan stop mempolitisasi agama sebagai alat mobilisasi massa," pungkas Alumni PMII tersebut.

 

Sementara itu, Erdus Anggal, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kota Malang menyampaikan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara berjaya dengan pluralitasnya.

 

 

"Jika makan nasi tanpa lauk pauk maka akan terasa hambar. Sama halnya dengan Indonesia, maka harus ada Islam, Katolik, Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu, serta ratusan penghayat kepercayaan, menjadikan Indonesia berwarna," pungkasnya ketika mendiskusikan pernyataan dan pertanyaan dari beberapa peserta kajian.

 

Editor: Romza


Editor:

Tapal Kuda Terbaru