• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

Suka Bahasa Arab Sejak Kecil, Kini Dosen Unzah Genggong Ini Raih Gelar Doktor

Suka Bahasa Arab Sejak Kecil, Kini Dosen Unzah Genggong Ini Raih Gelar Doktor
Mamlu'atun Nikmah (tengah) saat di UIN Malang beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza).
Mamlu'atun Nikmah (tengah) saat di UIN Malang beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza).

Probolinggo, NU Online Jatim

Mamlu'atun Nikmah, dosen sekaligus Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan  (Unzah) Genggong meraih gelar doktoral di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Teryata, sejak kecil ia memang sangat menyukai pelajaran bahasa Arab.

 

Mamlu'atun Nikmah memang dilahirkan dari keluarga yang berpendidikan. Dari keluarga yang kesehariannya dihabiskan untuk mengajar.

 

“Setiap pagi ayah saya mengajar di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren At-Tanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro. Ba'da Maghrib beliau mengajar kitab Turats di Mushala dan setelah Isya' mengisi kegiatan dengan jamaahnya,” ujar dosen kelahiran Bojonegoro 11 Juli 1982 tersebut.

 

Ia menceritakan, sejak kecil dirinya memang sangat menyukai pelajaran bahasa Arab. Hingga akhirnya saat kuliah S-1 mengambil Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Kemudian S-2 atau Pascasarjana juga mengambil Pendidikan Bahasa Arab. Hingga S-3 Program Doktoralnya juga Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama pula. Yaitu semuanya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

“Saya mengenyam pendidikan doktoral selama empat tahun kurang dua bulan,” katanya.

 

Mamlu'atun Nikmah menuturkan, ia masih ingat dulu Ali Ramdani Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) pernah menyampaikan bahwa Kemenag mendorong program percepatan para dosen untuk menjadi doktor.

 

“Sehingga di Kemenag juga ada program beasiswa 5.000 doktor dan alhamdulillah saya termasuk dosen yang termasuk dalam beasiswa tersebut di tahun 2017,” ungkapnya kepada NU Online Jatim, Sabtu (21/08/2021).

 

Mamlu'atun Nikmah menempuh pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) di  Lembaga At-Tanwir Bojonegoro. Namun, sekarang ia berdomisili di Desa Rangkang Kraksaan Probolinggo.

 

Selain menyukai pendidikan sejak kecil. Ia hingga sekarang juga aktif di berbagai organisasi. Salah satunya di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU), dan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdhatul Ulama (LAZISNU).

 

Selain itu, ia juga aktif di MPC ADI Asosiasi, Formi Kopertais IV Surabaya, PP Ittihadu Mudarris Al Lughoh Al Arobiyah (IMLA) dan Bidang Perempuan Ta'mir Masjid Agung Ar Roudhoh Kraksaan Probolinggo.

 

Dari banyaknya organisasi yang ditekuni tak mematahkan semangatnya untuk menempuh pendidikan hingga program doktoral. "Dan Alhamdulillah saya sidang terbuka pada tanggal 12 Agustus 2021 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," lanjutnya.

 

Dosen yang pengabdiannya bermula sejak tahun 2007 di Unzah Genggong ini menyampaikan, dalam UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen memang diatur bahwa kualifikasi pendidikan dosen minimal S-2 atau magister.

 

Tetapi regulasi tersebut dibuat sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu sehingga bisa jadi ke depan ada peraturan baru bahwa dosen minimal bergelar doktor.

 

“Jadi harapan saya sebagai pendidik di lingkungan Unzah Genggong berharap para dosen bisa melanjutkan studinya ke jenjang doctoral. Sehingga ke depan kampus Unzah Genggong bisa banyak mempunyai sumber daya manusia yang bergelar doktor, berkualitas, dan mumpuni sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan umat dalam meneruskan perjuangan sang pendiri kampus, yakni KH Hasan Saifour Ridzal," jelasnya.

 

 

Selain itu, ia berharap kepada mahasiswa supaya terus belajar dan berkarya untuk membanggakan orang tua dan para guru.

 

“Alhamdulillah mahasiswa yang hidup di zaman sekarang sudah difasilitasi dengan berbagai perkembangan dan kecanggihan media. Dengan begitu mahasiswa harus bisa meningkatkan literasi membacanya dan mengembangkan keilmuannya," harapnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Tapal Kuda Terbaru