• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tapal Kuda

Usung Energi Alternatif, Santri Nuris Jember Juara Tingkat Nasional

Usung Energi Alternatif, Santri Nuris Jember Juara Tingkat Nasional
Istimewa.
Istimewa.

Jember, NU Online Jatim

Menipisnya ketersediaan energi fosil di Indonesia menuntut pencarian terhadap sumber energi lain. Pemerintah terus mengupayakan pengganti energi fosil, yaitu energi terbarukan. Berbagai upaya dan penelitian terus dilakukan untuk mencari sumber energi alternatif itu.

 

Salah satu penelitian yang patut dijadikan referensi adalah karya Tegar Ramadani, Deli Annisa Virca, dan M. Nidhor Fairuza, santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

 

Sebagaimana dilansir laman NU Online, karyanya yang berjudul ‘Tipotaku: Studi Ekperimental Kombinasi Limbah Batang Tembakau, Kulit Kakao dan Ampas Tebu dalam Pembuatan Bioetanol Menuju Indonesia Mandiri Energi’, terpilih sebagai juara dua dalam ajang tingkat Nasional.

 

Ajang lomba yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Udayana Bali Maret 2021 lalu ini bertajuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Electrical and Computer Competition (ELCCO).

 

Menurut Tegar, gagasan untuk menciptakan energi terbarukan muncul karena kekhawatirannya yang mendalam atas cadangan minyak bumi Indonesia yang semakin menipis. Ia mengaku cukup gelisah saat membayangkan Indonesia kelak kehabisan sumber minyak bumi, sementara kehidupan terus berjalan yang berarti membutuhkan bahan bakar.

 

“Maka ada dua pilihan, pertama, mengimpor bahan bakar, tapi ini sulit karena membutuhkan banyak biaya. Kedua, mencari sumber energi terbarukan dalam negeri, dan ini sangat memungkinkan,” ucapnya beberapa waktu lalu.

 

Ia menegaskan, sumber energi terbarukan cukup banyak di Indonesia namun butuh penanganan dan pengelolaan yang maksimal. Katanya, di Jember dan wilayah tapal kuda, cukup banyak limbah pertanian yang bisa dijadikan sumber energi terbarukan. Di antaranya adalah tembakau, kakao dan tebu.

 

“Ketiga tanaman tersebut cukup banyak di sekitar kita,” tambahnya.

 

Siswa kelas XII SMA Nuris Jember itu menambahkan, bahwa tanaman tembakau di Jember sampai saat ini masih banyak. Tembakau hanya diambil (digunakan) daunnya oleh petani, sedangkan batangnya dibuang, dan jadi limbah yang tentu mencemari lingkungan.

 

Padahal, lanjut Tegar, batang tembakau mengandung selulosa yang cukup tinggi, yakni mencapai 44 persen dari keseluruhan bagian tanaman tembakau. Ketersediaan kandungan selulosa yang terdapat dalam batang tembakau berpotensi digunakan untuk bahan baku pembuat bioetanol sebagai solusi pengganti bahan bakar fosil.

 

“Itu yang pertama, dan masih harus dicampur dengan selulosa yang terdapat dalam kulit kakao,” jelasnya.

 

 

Tegar menjelaskan bahwa limbah kulit kakao mengandung selulosa sebesar 63-64 persen, dan ampas tebu sebesar 35,01 persen. Jika ketiga selulosa itu dicampur dengan cara dan teknik tertentu, akan menghasilkan bioetanol yang cukup bagus.

 

“Karena bahan bakunya dari tiga tanaman, maka kami beri  nama produk tersebut:  Tipotaku (Triple Power of Tapal Kuda),” pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru