PWNU Jatim Terbitkan Edaran Pembacaan Tahlil untuk Affan Kurniawan
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Surabaya, NU Online Jatim
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengeluarkan surat edaran pembacaan tahlil untuk Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal saat aksi demonstrasi di sekitar Senayan, Jakarta, Kamis (28/08/2025) malam.
Surat itu menginstruksikan kepada pengurus NU di semua tingkatan untuk melakukan pembacaan tahlil di wilayah masing-masing. Surat nomor 512/PW.01/A.II.10.01/16/08/2025 dikeluarkan di Surabaya pada 29 Agustus 2025 M/ 05 Rabiul Awal 1447 H.
ADVERTISEMENT BY OPTAD
Surat edaran tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Rais PWNU Jatim KH Anwar Manshur, Katib PWNU Jatim H Ahsanul Haq, Ketua PWNU Jatim KH Kikin A Hakim, dan Sekretaris PWNU Jatim H M Faqih.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya saudara kita Affan Kurniawan saat melakukan demo untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah,” ujar Ketua PWNU Jatim, KH Kikin A Hakim, dalam keterangannya, Sabtu (30/08/2025).
ADVERTISEMENT BY ANYMIND
Sebelumnya ia menyebutkan, situasi yang terjadi saat ini adalah bentuk dari adanya kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat yang sudah terjadi cukup lama. “Oleh karena itu, mari kita hadapi dengan penuh kesabaran dan menahan diri dari timbulnya kerusakan,” tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu mengajak kepada semua pihak untuk mengutamakan keselamatan, keutuhan, dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni dengan mengedepankan rasa persaudaraan.
ADVERTISEMENT BY OPTAD
“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, persaudaraan, dan tidak menimbulkan perselisihan yang menyebabkan adanya permusuhan, sehingga kita kehilangan kekuatan,” ungkapnya.
Gus Kikin berpesan, dalam melakukan demonstrasi hendaknya diniatkan semata-mata menyampaikan aspirasi dan rekomendasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.
ADVERTISEMENT BY ANYMIND
“Demikian juga kepada pemerintah, DPR, dan aparat, agar menyikapi situasi ini dengan kepala dingin, profesional, serta lebih terbuka untuk menerima kritikan dan masukan masyarakat dengan lapang diri diiringi dengan evaluasi dan muhasabah,” tegasnya.
Pihaknya pun mengajak, ke depan untuk terus membangun kebersamaan dan persatuan yang dilandasi dengan rasa persaudaraan. Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan para leluhur dalam mencapai Kemerdekaan RI pada 1945.
“Semoga dengan semangat ini menjadikan Indonesia semakin baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Amin ya rabbal alamin,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT BY ANYMIND
ADVERTISEMENT BY ANYMIND