• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 4 Maret 2024

Jujugan

Mengunjungi Museum Majapahit di Mojokerto, Pilihan Pelesir di Akhir Pekan

Mengunjungi Museum Majapahit di Mojokerto, Pilihan Pelesir di Akhir Pekan
Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto. (Foto: NOJ/.flickr.com)
Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto. (Foto: NOJ/.flickr.com)

Mojokerto, NU Online Jatim

Akhir pekan seperti saat ini ada baiknya digunakan untuk merenggangkan urat syaraf dengan melakukan perjalanan. Demikian pula, lokasi wisata sebaiknya yang mengandung nilai edukasi, meski unsur liburan tetap diperoleh.


Salah satu tujuan wisata yang disarankan adalah dengan mengunjungi Museum Majapahit yang ada di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Karena disamping lokasinya yang mudah dijangkau, banyak hal yang bisa dipelajari dari kunjungan tersebut.


Catatan Sejarah

Sebagaimana dilansir kemdikbud.go.id bahwa pada 24 April 1924 RAA Kromodjojo Adinegoro salah seorang Bupati Mojokerto, bekerjasama dengan Henry Mcline Pont seorang arsitek Belanda mendirikan Oudheeidkundhige Vereeneging Majapahit (OVM) yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan Majapahit. OVM menempati sebuah rumah di Situs Trowulan yang terletak di jalan raya jurusan Mojokerto – Jombang km.13 untuk menyimpan artefak-artefak yang diperoleh baik melalui penggalian, survey maupun penemuan secara tak sengaja.


Mengingat banyaknya artefak yang layak untuk dipamerkan, maka direncanakan untuk membangun sebuah museum yang terealisasi pada tahun 1926 dan dikenal dengan nama Museum Majapahit.


Pada tahun 1942 museum ditutup untuk umum karena Mcline Pont ditawan oleh Jepang. Sejak itu museum berpindah-pindah tangan dan akhirnya dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto wilayah kerja Provinsi Jawa Timur. Tugas kantor tersebut tidak hanya melaksanakan perlindungan terhadap benda cagar budaya peninggalan Majapahit saja, tetapi seluruh peninggalan kuno yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Oleh karena itu koleksinya semakin bertambah banyak.


Untuk mengatasi hal tersebut museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas berjarak +2km dari tempat semula, namun masih di situs Trowulan. Museum baru tersebut sekarang bernama Museum Majapahit namun masyarakat umum tetap mengenalnya sebagai Museum Trowulan.


Pada tahun 1999 koleksi prasasti peninggalan RAA Kromodjojo Adinegoro dipindahkan dari Gedung Arca Mojokerto ke Museum Majapahit, sehingga koleksi Museum Majapahit semakin lengkap.


Mengingat kebutuhan akan informasi yang semakin lama semakin meningkat dari masyarakat tentang Majapahit, nama Museum Majapahit sempat mengalami pergantian nama dari Balai Penyelamat Arca, Pusat Informasi Majapahit dan yang terakhir menjadi Museum Majapahit BPCB Mojokerto wilayah kerja Provinsi Jawa Timur. Walaupun terjadi perubahan, namun pada prinsipnya hal tersebut tidak merubah fungsinya secara signifikan, yaitu sebagai sebuah Museum dan Balai Penyelamatan Benda Cagar Budaya di Jawa Timur.


Koleksi Museum

Sesuai dengan sejarahnya, koleksi Museum Majapahit didominasi oleh benda cagar budaya peninggalan Majapahit. Melalui peninggalan tersebut dapat beberapa aspek budaya Majapahit dapat dikaji lebih lanjut, seperti di bidang pertanian, irigasi, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama, dan kesenian.


Keseluruhan koleksi tersebut ditata di gedung, pendopo maupun halaman museum. Berdasarkan bahannya koleksi Museum Majapahit yang dipamerkan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok.

1. Koleksi Tanah Liat (Terakota)
a. Koleksi Terakota Manusia
b. Alat-alat Produksi
c. Alat-alat Rumah Tangga
d. Arsitektur

 

2. Koleksi Keramik
Koleksi keramik yang dimiliki oleh Museum Majapahit berasal dari beberapa negara asing, seperti Cina, Thailand dan Vietnam. Keramik-keramik tersebut pun memiliki berbagai bentuk dan fungsi, seperti guci, teko, piring, mangkuk, sendok dan vas bunga.

 

3. Koleksi Logam
Koleksi benda cagar budaya berbahan logam yang dimiliki Museum Majapahit dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, seperti koleksi mata uang kuno, koleksi alat-alat upacara seperti bokor, pedan, lampu, cermin, guci dan genta, dan koleksi alat musik.

 

4. Koleksi Batu
Koleksi benda cagar budaya yang berbahan batu berdasarkan jenisnya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut: Koleksi miniatur dan komponen candi, koleksi arca, koleksi relief, dan koleksi prasasti. Sementara itu, koleksi benda cagar budaya berbahan batu yang dimiliki oleh Museum Majapahit juga terdapat alat-alat dan fosil binatang dari masa prasejarah.

 

Dengan demikian, bagi keluarga yang hendak melakukan liburan pada akhir pekan seperti hari ini dapat mengagendakan ke museum ini. Apalagi di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah destinasi wisata lain, termasuk wisata kuliner yang membuat pengunjung dapat liburan dengan ceria bersama keluarga.


Editor:

Jujugan Terbaru