• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 22 Mei 2022

Keislaman

Doa agar Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Doa agar Terhindar dari Perbuatan Maksiat
Berdoa sangat dianjurkan agar diberikan kekuatan tidak berbuat dosa. (Foto: NOJ/SKi)
Berdoa sangat dianjurkan agar diberikan kekuatan tidak berbuat dosa. (Foto: NOJ/SKi)

Tidak ada dosa besar yang tidak diampuni kalau disertai dengan penyesalan, istighfar dan keinginan tidak mengulanginya lagi. Demikian pula dosa kecil akan menjadi besar kalau dilakukan terus menerus dan tidak ada keinginan untuk menyudahinya.

 

Karenanya, umat Islam diperintah untuk menjauhi dosa besar dan dosa kecil. Demikian pula perlu mengetahui mana perbuatan yang mengandung kemaksiatan untuk dihindari. Doa juga dianjurkan sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjauhi maksiat tersebut.

 

Artikel diambil dariDoa Mohon Dijauhkan dari Maksiat

 

Berikut di antara doa yang dapat dibaca agar diberikan kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat. Juga diberikan kekuatan agar gandrung untuk berbuat baik.

 

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا 

 

Allāhumma innā nas’alukat taubata wa dawāmahā, wa na‘ūdzu bika minal ma‘shiyati wa asbābihā, wa dzakkirnā bil khaufi mina qabla hujūmi khatharātihā, wahmilhu alān najāti minhā wa minat tafakkuri fī tharā’iqihā, wamhu min qulūinā halāwata majtabaināhu minhā, wastabdilhā bil karāhati lahā wat thama‘I li mā huwa bi dhiddihā.

 

 

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalanan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak suka dan keinginan terhadap lawanan maksiat. (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 100).

 

Doa diawali dengan permohonan tobat dan istikamah di dalamnya. Di dalamnya terkandung harapan agar Allah mengenyahkan kenikmatan maksiat dari dalam hati. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita melalui doa ini. Wallahu a‘lam.
 


Editor:

Keislaman Terbaru