• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Madura

NU Peduli Semeru

Bersama Sang Anak, Denwatser Sumenep Galang Donasi untuk Korban Semeru

Bersama Sang Anak, Denwatser Sumenep Galang Donasi untuk Korban Semeru
Salah satu anggota Denwatser Sumenep bersama anaknya saat melakukan penggalangan dana untuk korban semeru. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Salah satu anggota Denwatser Sumenep bersama anaknya saat melakukan penggalangan dana untuk korban semeru. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Detasemen Wanita Banser (Denwatser) Kabupaten Sumenep yang dipimpin oleh Nur Jannah Umami melaksanakan penggalangan donasi bagi warga terdampak dan korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021).

 

Menariknya, sebagian dari mereka beraksi sambil menggedong anaknya. Ada pula yang membawa kedua anaknya untuk mengajarkan sejak dini tentang pentingnya berempati pada sesama.

 

Acara ini dimulai pukul 08.30-10.20 WIB di jalan simpang empat utara masjid Agung Sumenep. “Ada 8 personil Denwatser yang turun ke jalan raya. Adapun total perolehan Rp. 2.704.300,” ujar Nur Jannah.

 

Ia menjelaskan, dana tersebut akan diberikan kepada Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep. Selanjutnya, dana tersebut akan diserahkan kepada Pengurus Cabang (PC) NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep.

 

“Kegiataan ini kami lakukan selama 1 hari saja, karena mayoritas dari pasukan Denwatser memiliki tanggung jawab keluarga,” imbuhnya.

 

Ada delapan Detwanser yang ikut melakukan penggalangan dana. Di antaranya, Susilawati yang tidak canggung membawa kedua anaknya, yakni Moh Fatih berusia 2 tahun.

 

“Kami sengaja membawa anak kami. Tujuannya adalah agar anak kami tahu bahwa ibunya sedang berkhidmat ke Nahdlatul Ulama (NU) dan menunjukkan kepedulian kepada sesama umat Islam dan sesama bangsa,” ungkapnya.

 

Sementara Fajariyatul Muqaddasiyah justru rela menggendong anaknya yang berusia 11 bulan sembari melakukan penggalangan donasi.

 

Menurutnya, meski membawa anak dirinya sudah mendapat dukungan dari suaminya. Selain itu, dirinya juga bisa menunjukkan kepada sang suami bahwa bisa bertanggung jawab sebagai ibu walaupun tetap bertugas di jalan raya atau pun saat mengamankan acara jamiyah.

  

“Justru dengan membawa anak kami, teman-teman bisa terobati atas kelucuan anak-anak kami. Menyenangkan saat membawa anak, rasa lelah bisa terobati ketika melihat tawa anak,” tuturnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru