• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 8 Juli 2022

Madura

Diksus Akbar, Ketua NU Bangkalan: Bentengi Akidah Para Pelajar NU

Diksus Akbar, Ketua NU Bangkalan: Bentengi Akidah Para Pelajar NU
Kegiatan Diksus Akbar. (Foto: NOJ/istimewa)
Kegiatan Diksus Akbar. (Foto: NOJ/istimewa)

Bangkalan, NU Online Jatim

Lembaga Komunikasi Perguruan Tinggi (LKPT) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menyelenggarakan Diklat Khusus (Diksus) Akbar adisi akhir. Kali ini kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil (PPSMCH) Demangan Barat, Bangkalan tersebut berlangsung selama 3 hari, Jumat (19/03/2021) hingga Ahad (21/03/2021).

 

Di sela-sela acara, Ahmad Deni Saputra selaku Direktur LKPT PW IPNU Jatim menuturkan bahwa Diksus Akbar edisi akhir ini diadakan sebagai kelas pemikiran tokoh NU dengan tema ‘Menjaga, Menafsirkan, serta Membumikan Pemikiran dan Perjuangan Tokoh Nahdlatul Ulama’.

 

“Orientasi paling utama (dari Diksus Akbar ini, red) adalah untuk menginternalisasi pemikiran-pemikiran para pendiri atau Muassis NU yang sekarang sudah mulai dilupakan bahkan ditinggalkan oleh generasi muda NU sendiri,” kata Deni demikian sapaan akrabnya, Sabtu (20/3/2021).

 

Selain itu, Deni menjelaskan alasan diadakannya Diksus Akbar ini sebagai bentuk menyambung ikatan batin dengan para generasi keturunan atau dzurriyah Muassis NU. Hal ini, merupakan salah satu tradisi IPNU.

 

“Kemudian (alasan, red) yang kedua untuk mendekatkan diri kepada para dzurriyah yang tentu ini adalah salah satu tradisi IPNU, silaturrahim sekaligus ngalap berkah kepada dzurriyah,” jelasnya kepada 60 orang peserta delegasi dari pengurus aktif LKPT IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Jawa Timur tersebut.

 

Narasumber dihadirkan langsung dari dzurriyah para Muassis, salah satunya adalah KH Muhammad Makki Nasir selaku cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan ini pun menyampaikan berbagai peristiwa dari diberikannya restu atas perintah dibentuknya organisasi NU kepada Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

 

“Satukan seluruh potensi yang ada dalam pergerakan yang terorganisir terpimpin dengan melepaskan seluruh ego sektoral,” tegas Ra Makki.

 

Karena kita, lanjut kiai yang juga diamanahkan sebagai Ketua Koordinator Daerah (Korda) NU Madura Raya tersebut berbicara dengan sebuah instrumen yang disebut ‘suara’.

 

“Suara memperlihatkan siapa kita dan bagaimana kita,” tuturnya dalam memberikan stimulus pemikiran kepada para pelajar NU.

 

Masih dalam pemaparan Ra Makki, IPNU-IPPNU merupakan pemegang kebijakan NU di tingkat pelajar. Maka IPNU-IPPNU harus mampu membuat langkah yang terstruktur, sistematis, dan masif.

 

“Khususnya dalam membentengi akidah para pelajar NU agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Islam Ahlussunnah wal Jamaah an nahdliyah yang telah diwariskan oleh para Muassis,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru