• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Madura

Cucu Syaikhona Kholil Luncurkan Biografi Tokoh IPNU

Cucu Syaikhona Kholil Luncurkan Biografi Tokoh IPNU
Diskusi akbar digelar LKPT PW IPNU Jatim. (Foto: NOJ/Istimewa)
Diskusi akbar digelar LKPT PW IPNU Jatim. (Foto: NOJ/Istimewa)

Bangkalan, NU Online Jatim
Ada yang istimewa dari diskusi khusus (Diksus) yang diadakan Lembaga Koordinasi Perguruan Tinggi (LKPT) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur. Karena dibarengi peluncuran buku biografi tokoh atau national biograpy oleh cucu Syaikhona Kholil, RKH Moh Nasich Aschal.

Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Jumat (19/03/2021) tersebut dijelaskan sejumlah pemikiran bagi pendirian NU. Bahwa sosok syaikhona sangat brilian hingga mampu mempersatukan begitu besar umat.

Ketua PW IPNU Jawa Timur, Choirul Mubtadi’in mengatakan hasil pemikiran dzurriyah pendiri NU dalam diskusi ini bakal dikombinasikan dengan tulisan kader IPNU, sehingga dijadikan satu menjadi sebuah buku.

"Kita persembahkan untuk Konferwil IPNU di akhir periode, akan dilabeli oleh 'National Biograpy' masuk di sini," katanya, Sabtu (20/03/2021) kepada NU Online Jatim.

Menurut Di'in, sapaan akrabnya, bahwa RKH Moh Nasich Aschal mengatakan banyak yang harus digali dari IPNU di daerah, baik ranting sampai cabang. Sampai saat ini belum ada badan otonom NU yang mewadahi tingginya minat literasi.

"Ini perlu ada wadah tersendiri untuk mengekspresikan dan  mengeksplorasikan bakatnya. Sehingga kita perlu kayaknya membuat national biograpy," ujarnya.

Ia mengatakan, tujuannya national biograpy pertama untuk pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal tersebut bisa dengan melakukan silaturahim ke sejumlah pondok pesantren. Bila berkenan, pihak keluarga masyayikh memberikan data atau informasi.

"Kita jadikan satu menjadi buku, kita branding menjadi biografi nasional. Kita fokuskan pada titik pembukuan sejarah pesantren," paparnya.

Tujuan selanjutnya, bisa menuliskan tokoh personal, serta tokoh yang ada di daerah. Hal tersebut karena banyak news value atau nilai berita yang dapat diangkat dengan tujuan akhirnya bisa dibaca oleh masyarakat luas.

"Terakhir adalah penokohan bisa ditulis biografinya karena suatu saat akan bermanfaat," tegasnya.

Diksus akbar dipimpin Ahmad Deni Saputra. Awalnya adalah diskusi untuk kelas pemikiran tokoh NU. Ada empat tokoh besar pendiri NU yang diulas hingga menjadikan NU sampai sejauh ini.

Lebih jauh, pembahasan membedah mulai perjuangan, kecintaan kepada NKRI (nasionalisme), keumatan dan jam'iyah. Bahkan diskusi juga membahas aspek batin. Salah satunya diberikan ijazah atau amalan kepada peserta diskusi.
 

Editor: Syaifullah


Editor:

Madura Terbaru