• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Madura

Menpan-RB Azwar Anas Sebut Pemerintah Selalu Dukung Acara Majelis Ta’lim

Menpan-RB Azwar Anas Sebut Pemerintah Selalu Dukung Acara Majelis Ta’lim
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Abdullah Azwar Anas. (Foto: NOJ/Firdausi)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Abdullah Azwar Anas. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Abdullah Azwar Anas mengatakan, tidak ada satupun umat Islam di Indonesia yang kesulitan mendapatkan izin untuk menghelat pengajian keagamaan. Justru pemerintah setempat selalu mendukung acara majelis ta’lim dan shalawat.


Menurutnya, di Makkah untuk mengadakan kegiatan pengajian dengan menghadirkan ribuan atau ratusan jamaah, harus mendapatkan izin dari pemerintah. Dan ia meyakini, kegiatan seperti ini nyaris tidak diizinkan. Padahal Makkah al-Mukarramah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. 


“Di Malaysia pun demikian, pengajian harus mendapatkan izin dari pemerintah. Artinya, untuk mengadakan kegiatan pengajian di sana sangat ketat,” ujarnya saat memberi sambutan di acara Haul ke-7 Kiai Muhammad Rowi yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Bustan Banyugiri, Guluk-guluk, Sumenep.


Menteri muda yang masih keturunan Kiai Rowi ini menceritakan, saat bertemu Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Makkah, tepatnya saat duduk di depan pintu Masjidil Haram, banyak orang Jawa Timur mencium tangannya. Melihat fenomena tersebut, ternyata laskar menarik Habib Syech dan memintanya untuk bergegas pindah.


Contoh lagi ketika Habib Umar bin Hafidz melakukan safari dakwahnya mengelilingi dunia, ia kagum kepada umat Islam di Indonesia. Karena ia merasa menikmati pertemuan besar yang dihadiri oleh ulama dan umara. Termasuk pula, gotong royong warga juga mendapat apresiasi dari umat Islam di luar Indonesia. Baginya, berdampingan antara umara dan ulama adalah nikmat yang ada di Indonesia. 


“Saat saya menghadiri Haul ke-6 Bani Rowi di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil, Pasuruan, acara dibuka surat Al-Fatihah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan Haul ke-7 ini, juga sama. Ini menunjukkan bahwa semangat keagamaan dan kebangsaan dibalut dalam anak cucu Kiai Rowi,” ungkapnya.


Sementara itu, Sekretaris Kompolan Potoh Kiai Rowi (Kaprowi), Kiai Muhammad Sahli Hamid menjelaskan, haul ini digelar dalam rangka meneladani jejak para sesepuh atau leluhur dalam amaliah, kesabaran, perjuangan dan keistiqamahannya.


Baginya, mensyukuri nikmat sebagai keturunan orang saleh yang menjadi asbab keberadaan potoh (anak cucu) dengan cara mendoakan agar barokahnya mengalir untuk anak cucunya.


"Selain mendoakan leluhur, haul tahunan ini memiliki sisi positif lainnya. Salah satunya yang tampak adalah bersilaturrahim dan mengenal satu sama lain di antara dzurriyah Kiai Rowi yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara dengan berbagai latar belakang status sosial dan beragam profesi. Sebagaimana motto Kaprowi, Menjalin Silaturrahmi Menyatukan Generasi," jelasnya kepada NU Online Jatim, Kamis (29/02/2024).


Diketahui, haul ke-8 insya Allah akan dilaksanakan pada awal Februari 2025 bertepatan bulan Sya'ban di Pondok Pesantren Mabadi'ul Ihsan Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Tepatnya di kediaman KH Abdullah Azwar Anas, Menpan-RB.


Madura Terbaru