• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Madura

Pelajar NU Proppo Pamekasan Kaji Sepak Terjang Gus Dur sebagai Guru Bangsa

Pelajar NU Proppo Pamekasan Kaji Sepak Terjang Gus Dur sebagai Guru Bangsa
Kader IPNU IPPNU Kecamatan Proppo, Pamekasan. (Foto: NOJ/sav)
Kader IPNU IPPNU Kecamatan Proppo, Pamekasan. (Foto: NOJ/sav)

Pamekasan, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Proppo, Pamekasan sukses menggelar kajian tema 'Sepak Terjang Gus Dur Sebagai Guru Bangsa'. Kajian yang bertempat di kediaman Aisyatul Qomariyah Desa Pangurayan Kecamatan Proppo, Pamekasan ini digelar pada Ahad (03/01/2021).

 

Agenda yang rutin digelar setiap setengah bulan sekali ini bertujuan mengasah kemampuan berpikir dan membangun solidaritas antar pengurus PAC IPNU Dan IPPNU Kecamatan Proppo. 

 

Acara tersebut menghadirkan KH Maftuhul Anam, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan untuk mengurai secara detail tentang sepak terjang dan pemikiran-pemikiran Gus Dur yang menurut sebagian orang yang penuh dengan kontroversial. 

 

"Pemikiran Gus Dur adalah pemikiran inklusif substansial yang mana mengedepankan persatuan dan kedamaian dengan landasan Kalimatun Sawa'. Gus Dur berfikir jauh ke masa depan, bukan hanya pemikiran ekslusif yang mengaku bahwa kita adalah sebagai wakil-wakil Allah," katanya.

 

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa sepak terjang Gus Dur saat menjadi ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) maupun Presiden RI tidak mudah. Artinya banyak tantangan dan hambatan yang selalu mengikuti. Namun Gus Dur selalu mampu mengatasi segara permasalahan yang ada.

 

"Saat Gus Dur menjadi presiden, Indonesia saat itu didatangi berbagai masalah yang bertujuan untuk memecah belah indonesia. Namun, Gus Dur datang untuk memadamkan perpecahan tersebut. Pada saat menjadi ketua PBNU pun Gus Dur mendapat hambatan dari orde baru dengan mengutus Abu Hasan untuk jadi penantangnya. Tapi alhamdulillah Gus Dur yang terpilih," lanjutnya.

 

Hambatan-hambatan itu muncul dari orang-orang yang secara umum ingin menghancurkan Indonesia dan NU karena memiliki kepentingan politik praktis,

 

"Dengan bantuan para ulama dan para santri, Gus Dur dapat melewati hambatan-hambatan tersebut dengan baik," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

 


Madura Terbaru