• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Madura

Sempat Berangan Menjadi Sopir, Kader NU Pamekasan Berhasil Raih Doktor

Sempat Berangan Menjadi Sopir, Kader NU Pamekasan Berhasil Raih Doktor
Moh Subhan, Wakil Sekretaris PCNU Pamekasan. (Foto: NOJ/Syarofi)
Moh Subhan, Wakil Sekretaris PCNU Pamekasan. (Foto: NOJ/Syarofi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Tidak pernah terpikirkan dalam kehidupan Moh Subhan, sosok penggerak Nahdlatul Ulama (NU) dan pendidikan di Pamekasan ini, kini berhasil meraih gelar doktor dengan predikat memuaskan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

Bagaiamana tidak, saat masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jrengik Sampang, yang terlintas dalam angannya hanyalah ingin menjadi sopir bus. Lantaran pria kelahiran Sampang, 19 Maret 1979 ini hidup di pedesaan yang selalu terhimpit masalah ekonomi.

 

Pria berkepala tiga ini juga bercerita, pada masa itu ia tergolong orang yang paling tekun sekolah hingga (Sekolah Menengah Atas) SMA. Sementara, syarat jadi sopir bus saat itu harus berijazah SMA.

 

Namun seiring berjalannya waktu, Allah mentakdirkan lain. Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan ini tidak menjadi sopir bus. Namun karena semangat dan gigih yang dibangun serta jejaring yang dimiliki baik dari NU dan pesantren, akhirnya ia bisa melanjutkan pendidikannya hingga studi S3. 

 

"Apalagi buat kalian yang ada di desa jangan minder untuk mengenyam pendidikan, selagi masih ada usaha pasti ada jalan," kata Subhan, Kamis (04/01/2021).

 

Wakil Sekertaris Pengurus Cabang Nahldatul Ulama (PCNU) Pamekasan ini juga memberikan alasan mengapa dirinya aktif untuk bergerak di NU. 

 

"Saya aktif di NU karena terinspirasi dengan pernyataan KH Hasyim Asy'ari bahwa bila kita aktif di NU maka akan diakui sebagai santrinya. Saya bermaksud ingin nyantri kepada beliau untuk mendapat barokah pendiri NU dan para muassis," ucap suami dari Fatmawati itu. 

 

Infokom DPP Naqobah Ansab Auliya' Tis'ah itu juga tidak segan memberikan paparan terkait tantangannya dalam berkhidmat di NU. 

 

"Tantangan terberat menjadi muharrik adalah istikamah dalam setiap kegiatan ke-NU-an karena satu sisi harus aktif meyelesaikan studi S2, mencari nafkah, dan mengabdi untuk menggerakkan kegiatan NU," imbuhnya. 

 

Dirinya berharap, di usia NU yang ke-98 ini, nahdliyin dapat memiliki kompetensi yang beragam di semua bidang keilmuan.

 

"Harapan saya terhadap NU di harlah ke-98 adalah setiap warga NU harus memilki disiplin ilmu yang varian. Karena dengan demikian kita sebagai warga NU bisa bersinergi dengan semua kelompok dan golongan," pungkasnya. 

 

Tercatat, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini berhasil menuntaskan pendidikan formalnya di Sekolah Dasar (SD) Negeri IV Jrengik Sampang (1991), SMP Negeri 1 Jrengik Sampang (1994), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan (1997), S1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan (2001) dan S2 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (2004). 


 
Sementara pengalaman dalam dunia kerja, Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pamekasan ini pernah menjadi dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang (Stainata) 2005-2013, Dosen Luar Biasa (DLB) di Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan 2007-2013, DLB STAIN Pamekasan 2007-2013, Supervisor Finance PT Tiga Pilar Sejahtera 2013-2014, Komisioner KPU Pamekasan 2013-2016, dan dosen tetap UIM Pamekasan 2019-hingga sekarang. 

 

Karya-karya yang telah terpublikasi di antaranya adalah, Kepemimpinan Perguruan Tinggi Berbasis Pondok Pesantren (Buku, PT. BT. Multimedia, 2019), Kepemimpinan Sirkulatif (Buku, PT BTM, 2020), Mendirikan Sekolah Unggul di Pedesaan (Jurnal, Al Harokah 2018). 

 

Hingga kini, ia juga sedang mengelola lembaga pendidikan bertaraf internasional yaitu Lembaga Pendidikan Islam Abfa Internasional School sebagai direktur.

 

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru