• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Madura

Tangani Covid-19, Ketua NU Pamekasan Ingatkan Peran Vital Kepakaran

Tangani Covid-19, Ketua NU Pamekasan Ingatkan Peran Vital Kepakaran
Bendera NU. (Foto: istimewa)
Bendera NU. (Foto: istimewa)

Pamekasan, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan, Madura, KH Taufik Hasyim, mengingatkan masyarakat agar mengikuti anjuran dokter dalam menghadapi Covid-19. Sebab, dokter adalah ahlinya dalam bidang kesehatan. Menurutnya, kepakaran dalam bidang tertentu harus dijadikan pertimbangan dalam menentukan masalah, termasuk soal pandemi Covid-19.

 

Hal itu disampaikan Kiai Taufik saat berbicara dalam webinar kesehatan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-76 pada Kamis (05/08/2021). Menurutnya, mengikuti anjuran dokter dan pakar kesehatan sejalan dengan anjuran agama sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW.

 

Idza wussid al-amru ila ghayri ahlihi fa antazhir al-sa’ah (jika suatu urusan diserahkan kepada selain ahlinya, maka tunggulah kehancurannya),” kata Kiai Taufik mengutip hadits Nabi, dilansir dari laman resmi PCNU Pamekasan, pcnu-pamekasan.or.id, Jumat (06/08/2021).

 

Kiai Taufik juga mengingatkan peran vitak kepakaran dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ia lantas mengambil contoh urusan konstruksi sebuah jembatan yang harus diurus oleh ahli di bidang konstruksi, yakni seorang insinyur. Menurutnya, dalam urusan konstruksi, tidak bisa meminta pendapat kepada ulama karena bukan ahlinya.

 

“Bahkan, jika ada lima puluh ulama berbeda pendapat dengan sepuluh insinyur dalam bidang konstruksi jembatan, maka yang harus kita ikuti adalah sepuluh insinyur itu, karena mereka yang memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam bidang konstruksi: seberapa kuta pancangnya, seberapa besarnya,” ucap Kiai Taufik mengutip ceramah mendiang KH. Zainudin MZ.

 

Pengasuh Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, itu menuturkan, menangani Covid-19 merupakan implementasi salah satu dari tujuan syariah atau maqashid al-syari’ah, yaitu hifzh al-nafs (menjaga jiwa).

 

“Di antara tujuan diturunkan syariah adalah hifzh al-nafs atau menjaga jiwa, bagaimana menjaga Kesehatan, menjaga keberlangsungan kehidupan kita. Maka dalam kondisi pandemi ini, kita harus mengikuti anjuran orang-orang yang memiliki kapasitas dalam bidang kesehatan, yaitu tenaga medis dan dokter,” ujar Kiai Taufik.

 

Editor: Nur Faishal


Madura Terbaru