• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 1 Juli 2022

Malang Raya

Berikut 4 Ciri Hamba yang Ma'rifat kepada Allah

Berikut 4 Ciri Hamba yang Ma'rifat kepada Allah
KH Anwar Sa'dullah saat mengisi kajian kitab Nashaihul Ibad. (NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)
KH Anwar Sa'dullah saat mengisi kajian kitab Nashaihul Ibad. (NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)

Batu, NU Online Jatim
KH Anwar Sa'dullah mengisi kajian kitab Nashaihul Ibad pada Kamis (14/10/2021). Dan pada kesempatan kali ini menjelaskan hadits yang diriwayatkan Sayyidina Ustman bin Affan yaitu sejumlah tanda orang yang ma'rifat kepada Allah SWT atau ma'rifatbillah.

 

Pengajian yang merupakan kegiatan rutin Ngaji Kepengasuhan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang tersebut ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube Al-Hikam TV.

 

Ciri pertama kalangan yang memiliki ciri ma’rifat kepada Allah adalah di dalam hatinya tertancap rasa khauf (takut) dan raja' (pengharapan). 

 

"Kebanyakan orang itu hanya memiliki salah satunya. Terkadang hanya takut, takut nggak makan, takut nggak aman, takut sakit, takut siksa. Atau terkadang hanya berharap saja berharap punya jabatan, berharap amalnya diterima, tanpa disertai rasa takut," katanya.

 

Asal rasa takut atau khauf adalah mengetahui hati terhadap keagungan, kekuasaan, kekayaan, siksa-siksa Allah SWT terhadap orang yang berbuat maksiat. Sehingga dia merasa takut untuk melanggar aturan dan hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. 

 

Sedangkan asal pengharapan atau raja' adalah mengetahuinya hati terhadap luasnya rahmat, agungnya keutamaan, dan indahnya janji-janji Allah SWT bagi orang yang taat.

 

“Sehingga orang tersebut tidak akan menunda-nunda melakukan kebaikan,” terangnya.

 

Kedua, lisannya selalu memuji dan mengagungkan Allah SWT. Hamdalah selalu terucap atas apa yang dilihat, dirasakan, maupun diterima, karena hatinya terikat kepada-Nya.

 

"Diberikan sehat alhamdulillah, diberikan sakit juga alhamdulillah,” terangnya. 

 

Mengapa demikian? Karena bagi orang yang ma'rifat billah sakit merupakan media untuk mendapatkan pahala yang banyak. Diberikan sehat berarti dia merasa nikmat, maka yang terucap adalah alhamdulillah.
Ketiga, kedua matanya menunjukkan rasa malu dan senantiasa menangis kepada Allah SWT. 

 

“Orang yang ma'rifat billah merasa malu kepada Allah  karena tidak bisa sempurna melaksanakan perintah, tidak bisa sempurna  meninggalkan larangan dari Allah SWT, sementara nikmat yang diberikan kepadanya tidak terhitung,” urainya.

 

Sedangkan keempat, bisa menahan keinginannya dan ridha terhadap keinginannya Allah SWT. Dengan demikian, orang yang ma'rifat billah cintanya kepada Allah mengalahkan segalanya, sehingga rela meninggalkan yang menjadi keinginan nafsu.

 

"Keinginan untuk tidur, untuk malas-malasan itu dibuang jauh-jauh, yang ada adalah keinginan untuk melakukan sesuatu sebab dia ridha terhadap kehendaknya Allah SWT," papar Kiai Anwar.

 

Ditegaskan pula orang ma'rifat kepada Allah SWT adalah mereka yang meninggalkan keduniaan dan hanya mencari kepada ridha-Nya.

 

Penulis: Zaiyana Nur Ashfiya 


Editor:

Malang Raya Terbaru