• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 6 Februari 2023

Malang Raya

Ikhtiar Turunkan Covid-19, Warga Malang Diimbau Ibadah di Rumah

Ikhtiar Turunkan Covid-19, Warga Malang Diimbau Ibadah di Rumah
Masjid Al Muhajirin, Jl Cengkeh No 50, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Masjid Al Muhajirin, Jl Cengkeh No 50, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Malang sudah memasuki pekan kedua. PPKM Darurat kali terdapat beberapa imbauan, di antaranya Pray From Home (PFH) ibadah dari rumah. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Kota Malang.

 

 Ibadah merupakan kewajiban bagi seluruh umat Muslim di muka bumi. Akan tetapi dalam menghadapi wabah yang tak kunjung usai ini pemerintah mengimbau agar melaksanakan ibadah di rumah masing-masing bukan di masjid.

 

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, Kasuwi Saiban sangat mendukung penuh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Malang. Ia mengimbau pengelola dan takmir masjid mematuhi aturan yang ada.

 

“Saya mengimbau kepada seluruh jamaah untuk ibadah di rumah terlebih dahulu karena untuk menghormati Surat Edaran (SE) Walikota Malang tentang PPKM Darurat tentang salah satunya yakni penutupan tempat ibadah. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk kemaslahatan bersama untuk mencegah penularan Covid-19,” kata pria bergelar professor tersebut kepada NU Online Jatim, Kamis (15/07/2021).

 

Prof Kasuwi sapaan akrabnya mengatakan bahwa dalam keadaan darurat ibadah di rumah sama dengan ibadah di tempat ibadah.

 

“Mari kita shalat di rumah masing-masing untuk sementara. Dalam kondisi darurat seperti ini shalat di rumah sama seperti sholat di tempat-tempat ibadah. Karena adh-dharurat tubihu al-Mahzhurat, dalam keadaan darurat sesuatu yang dilarang bisa menjadi bisa menjadi boleh dilakukan dan sesuatu yang boleh dilakukan bisa menjadi tidak boleh dilakukan,” ujar Guru Besar Universitas Merdeka Malang tersebut.

 

“Selain itu dalam rangka ikatan usaha dhahir para jamaah yang belum vaksin, kami himbau untuk segera vaksin. Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua dalam keadaan sehat dan istiqomah beribadah,” tandas Prof Kasuwi.

 

Sementara itu, Ibnu Hajar, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Malang juga mengatakan bahwa penutupan masjid bukan untuk semuanya.

 

“Sebagai kader NU, prinsipnya mengikuti instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan pemerintah. Namun berkaitan dengan penutupan masjid-masjid sebaiknya dibagi sesuai zonanya. Kalau zona merah lebih baik masjid tidak mengadakan kegiatan berjamaah di masjid terlebih dahulu akan tetapi adzan tetap wajib ada,” kata Ustadz Ibnu, Kamis (15/07/2021).

 

Ia mengimbau agar para jamaah tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. “Khusus untuk zona kuning dan hijau maka kami imbau agar kalaupun masih mengadakan jamaah maka harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Masjid sebagai tempat yang suci, tempat yang mustajab untuk berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kita mohon kepada Allah agar semua cobaan ini diangkat oleh Allah SWT,” imbuhnya.

 

 Sedangkan keputusan ini disambut baik oleh pengurus takmir masjid dan marbot. “Bagaimanapun kami sangat mendukung langkah ini sebagai bentuk ikhtiar menurunkan lonjakan Covid-19. Ketika awal-awal pandemi kami mewajibkan untuk seluruh jamaah untuk menjaga jarak, membawa sajadah sendiri, tidak berjabat tangan, dan mencuci tangan,” kata M Zuhri, Pengurus Takmir Masjid Al Muhajirin, Jl Cengkeh No 50, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

 

 

“Untuk saat ini kami meniadakan kegiatan di masjid dalam rangka implementasi aṭi'ullaha wa aṭi'ur-rasụla wa ulil-amri mingkum. Kami berharap besar semoga keadaan kembali normal seperti sedia kala,” lanjutnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru