• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Covid-19 Masih Ganas, NU Jatim Imbau Warga Madura Tidak Toron

Covid-19 Masih Ganas, NU Jatim Imbau Warga Madura Tidak Toron
Suasana saat warga Madura melintasi jembatan Suramadu. (Foto: NUJ/Antara)
Suasana saat warga Madura melintasi jembatan Suramadu. (Foto: NUJ/Antara)

Surabaya, NU Online Jatim

Warga Madura yang sedang merantau biasanya memanfaatkan Idul Adha untuk pulang kampung atau toron. Namun seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, rencana tersebut hendaknya ditunda. Apalagi penyebaran Covid-19 masih tinggi.

 

Harapan disampaikan Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Syafrudin Syarif. Tentu saja hal tersebut karena masih adanya pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat.

 

"Kami imbau hendaknya selama PPKM Darurat ini masyarakat tidak melakukan toron atau pulang kampung ke Madura," katanya, kepada NU Online Jatim, Jumat (16/07/2021).

 

Dan kalaupun warga Madura akan berbagi rezeki dalam penyembelihan hewan kurban kepada warga di kampung halaman, hendaknya dapat dengan mentranfer dana. Hal tersebut tentu disesuaikan dengan jumlah yang memadai untuk pembelian hewan kurban di kawasan setempat.

 

"Bila memang mau berkurban, cukup uangnya ditransfer di orang rumah untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, alumni Pesantren Lirboyo, Kota Kediri ini menyampaikan imbauan agar tidaktoron telah disampaikan melalui surat edaran hingga ke tingkat pengurus ranting di Madura.

 

“Untuk itu, kami berharap masyarakat bisa mematuhi aturan pemerintah dan surat edaran dari para kiai NU Jatim,” harapnya.

 

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta telah meminta secara khusus kepada para ulama di Madura untuk mengimbau masyarakat tidak toron.

 

"Kita sampaikan tolong jangan laksanakan budaya ini dulu. Sebulan dua bulan kita harus sabar menghadapi Covid ini. Kami juga memohon kepada alim ulama terkait masalah Idul Adha atau budaya toron," tutur Nico sebagaimana dilansir Detik.com.


Editor:

Metropolis Terbaru