• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Malang Raya

Menyoal Pintu Stadion Kanjuruhan Tertutup Saat Kerusuhan

Menyoal Pintu Stadion Kanjuruhan Tertutup Saat Kerusuhan
Konferensi Pers Komdis PSSI soal Tragedi Kanjuruhan. (Foto: NOJ/Miftachur Rizki)
Konferensi Pers Komdis PSSI soal Tragedi Kanjuruhan. (Foto: NOJ/Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan keterangan soal kenapa beberapa pintu stadion masih terkunci saat peluit pertandingan berakhir. Diduga hal tersebut yang menyebabkan terjadinya penumpukan di gate stadion.

 

Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing menjelaskan telah bertanya kepada Panitia Pelaksana (Panpel) Abdul Haris perihal siapa yang membawa kunci pintu. Penuturan Abdul Haris bahwa telah dibawa oleh security saat pertandingan.

 

"Saya tanya kepada Saudara Aris pengelola gedung. Pak dalam setiap event kita akan berikan panitia kuncinya. Siapa panitianya? Saudara Abdul Haris," ungkap Erwin Tobing saat melakukan konferensi pers, Selasa (04/10/2022).

 

Selanjutnya, Komdis PSSI menanyakan ke petugas security. Menurut keterangan sudah dibuka, tetapi kenyataanya pintu tidak terbuka. Hal tersebut menjadi sebuah kelalaian.

 

Atas kelalain tersebut, menurut Erwin menyebabkan penumpukan di gate stadion. Suporter yang sudah mendekati pintu, belum bisa keluar ditambah suporter lain yang dari atas, belakang, yang mulai merangsek. 

 

"Kita lihat ada video yang beredar mungkin saudara-saudara sudah melihat, pintu tidak terbuka ini," bebernya.

 

Selanjutnya, terkuncinya pintu stadion berada di di tribun selatan. Yaitu pintu 11, 12 dan 13 seharusnya bisa dibuka. Tapi begitu terjadi kericuhan, tribun yang berisi ribuan orang menjadi berdesakan dan sesak nafas.

 

"Saling merebut masuk ke satu tempat pintu keluar. Masuk-masuk terus di bawah sudah penuh, ini datang terus. Di bawah tidak terbuka pintu, terjadilah penumpukan-penumpukan, ditambah ada asap itu kemungkinan terjadinya," jelasnya.

 

Erwin juga tidak memungkiri ada suporter yang membawa minuman beralkohol io bawa masuk ke dalam Stadion Kanjuruhan. Panitia pelaksana ikut bertanggung jawab dan mempertanyakan kenapa tidak ada pemeriksaan sebelum masuk.

 

"Ada banyak ditemukan minuman keras, botol, badeg atau cukrik. Ya yang dalam wadah plastik, itu sampai 42 botol sampai belum sempat diminum di stadion. Harusnya ada penggeledahan, penanggung jawabnya itu pelaksana. Itu kelemahan-kelemahan yang kita temukan disini," tandasnya.


Malang Raya Terbaru