• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Malang Raya

Pesantren Al-Rifaie Malang Seriusi Bisnis Beras Hitam

Pesantren Al-Rifaie Malang Seriusi Bisnis Beras Hitam
Pondok Pesantren Al-Rifaie 2 Malang tengah menyiapkan secara serius bisnis beras hitam. (Foto: NOJ/KJm)
Pondok Pesantren Al-Rifaie 2 Malang tengah menyiapkan secara serius bisnis beras hitam. (Foto: NOJ/KJm)

Malang, NU Online Jatim

Pesantren tidak semata menyediakan sumber daya manusia berupa para ahli agama. Yang juga tidak kalah adalah bagaimana menyiapkan para pengusaha santri yang kelak memberikan sumbangsih terbaik bagi negeri ini.

 

Di Jawa Timur sudah diluncurkan program One Pesantren One Product atau OPOP. Sinergi dan kolaborasi antarpesantren di Jawa Timur melalui program ini menuju swasembada pangan organik akan segera terwujud.

 

Hal ini disampaikan Ustadz H Ach Rofik, Direktur Ekonomi Bisnis Pondok Pesantren Al-Rifaie 2 Malang. Hal itu disampaikannya di sela acara penanaman bibit beras hitam di lahan sawah milik pesantren Al-Rifaie 2 Malang, Sabtu (13/02/2021).

 

Pertanian beras hitam Koperasi Pesantren Al-Rifaie 2 Malang ini bermula dari kegiatan OPOP Expo yang disenggarakan oleh tim OPOP dan didukung Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang diadakan di Maspion Square pada pertengahan Desember lalu memberi dampak positif, di antaranya sinergi dan kolaborasi antarpesantren di Jawa Timur.

 

“Alhamdulillah, berkah acara pameran produk pesantren OPOP, kami ditemukan dengan pesantren yang menyediakan bibit dan juga sistem pertanian yang bagus. Dari sanalah kami belajar dan ingin bekerja sama mengolah lahan pertanian yang kami miliki,” kata Ust Rofik yang juga aktif sebagai pembina asosiasi pariwisata Jawa Timur.

 

Lebih lanjut Ustadz Rofik menjelaskan bahwa bibit padi hitam didapat dari Pondok Pesantren Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda) Nganjuk.

 

“Bukan hanya bibitnya, tapi cara bercocok tanamnya kami juga diajari dan didampingi tim dari Pomosda,” jelas dia.

 

Dijelaskannya bahwa manfaat dari beras hitam ternyata sangat banyak, di antaranya cocok untuk mengurangi risiko diabet.  Apalagi sistem yang digunakan adalah sistem organik, tanpa menggunakan pestisida dan bahan kimia.

 

Di kesempatan berbeda, Moh Ghofirin mengungkapkan bahwa hingga saat ini program OPOP Jatim sudah diikuti 550 pondok pesantren se-Jawa Timur. Diharapkan melalui program prioritas Pemprov Jatim ini terjalin kerja sama antarpondok pesantren dalam berbagai aspek, di antaranya aspek swasembada pangan.

 

“Senang sekali ya, kita bisa menyaksikan antarpondok pesantren bisa bersinergi dan kolaborasi,” kata Sekretaris OPOP Jawa Timur ini.

 

Disampaikan, apa yang dilakukan Pondok Pesantren Pomosda dan Al-Rifa’ie sangat baik. Dirinya akan terus mendorong agar para pengurus usaha di pesantren Jawa Timur terus meningkatkan kerja sama.

 


Editor:

Malang Raya Terbaru