• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Malang Raya

Soal Pembelajaran Tatap Muka di Pesantren, Ini Kata RMI Malang

Soal Pembelajaran Tatap Muka di Pesantren, Ini Kata RMI Malang
Gus H M Abu Yazid, Ketua RMI NU Kabupaten Malang. (NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Gus H M Abu Yazid, Ketua RMI NU Kabupaten Malang. (NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang mengatakan kesiapannya akan pembelajaran tatap muka yang akan di terapkan oleh pemerintah. Hal tersebut diungkapkan oleh Gus H Abu Yazid, Ketua RMI NU Kabupaten Malang.

 

Ia menegaskan, pondok pesantren telah mendahului dalam hal penerapan protokol kesehatan terhadap santriwan dan santriwati.

 

Gus Yazid sapaan akrabnya memaparkan bahwa pesantren telah memiliki komitmen yang kuat dalam upaya penanganan segala virus yang ada termasuk covid-19.

 

“Alhamdulillah dari 400 pesantren yang terdata di RMI NU Kabupaten Malang sudah menerapkan protokol kesehatan sejak awal. Karena kami selalu mengimbau untuk seluruh santri untuk selalu menjaga diri dan kebersihan individu masing-masing,” kata pengasuh PPAI Darun Najah Karangploso Malang saat ditemui NU Online Jatim pada Selasa (20/04/2021).

 

Pondok pesantren menurutnya adalah sebuah lembaga yang dinilai paling siap dalam menggelar pembelajaran tatap muka. Karena selain interaksi eksternal yang terbatas juga penguatan iman dan imun yang baik dalam kontrol internal pesantren.

 

“Pesantren itu sudah mengajarkan sistem karantina sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah. Jadi pesantren itu terisolasi dengan sendirinya. Jadi santri ketika sudah ada di dalam. Beberapa penyakit yang ada di pondok juga kita obati dan kita sembuhkan di dalam pondok,” paparnya.

 

Ia juga berharap bahwa pendidikan di pesantren harus tetap berlanjut. Karena pembelajaran secara langsung tidak akan bisa digantikan dengan pembelajaran secara tidak langsung.

 

 

“Kami berharap pembelajaran tatap muka di segala lini segera dilaksanakan. Karena kalau dalam istilah pesantren talaqi atau bertemunya guru dan murid secara langsung akan menambah kebarokahan sebuah ilmu ketika disampaikan. Tentunya melalui uswatun hasah yang disampaikan guru kepada murid, untuk memperbaiki akhlak yang ada,” pungkas Gus Yazid.

 

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru