• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Cerita PMII Dulu di Pacitan, Tak Punya Kantor tapi Militan

Cerita PMII Dulu di Pacitan, Tak Punya Kantor tapi Militan
Temu kader dan alumni PMII Pacitan. (Foto: NOJ/RM)
Temu kader dan alumni PMII Pacitan. (Foto: NOJ/RM)

Pacitan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan menggelar forum temu kader dan alumni di kabupaten setempat baru-baru ini. Di forum itu cerita PMII sejak awal berdiri hingga sekarang tersajikan.

 

Hadir pada kesempatan itu sejumlah tokoh pendiri dan mantan pengurus PMII Pacitan. Di antaranya Ketua PMII Pacitan pertama KH Aziz Ahmadi, Ketua PMII Pacitan 2005-2006 Komari, Ketua PMII Pacitan 2016-2017 Winaryo, dan lainnya.

 

Kegiatan ini juga diikuti oleh puluhan  kader dan anggota dari Komisariat se-Kabupaten Pacitan, Pengurus Komisariat (PK) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STANU), PK Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan PK Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fattah (STAIFA) Pacitan.

 

Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dikhususkan kepada para pendiri PMII yang meninggal dunia dan sahabat Dhani Patria Krisna yang sudah meninggal dunia. Setelah itu beberapa alumni PMII Pacitan menyampaikan ceritanya tentang sejarah dan perkembangan PMII di masa mereka.

 

Ketua PC PMII Pacitan pertama KH Aziz Ahmadi bercerita, saat awal berdiri, kondisi PMII Pacitan dijalankan dengan cara tradisional. Hal itu terjadi karena fasilitas yang tak memadai, bahkan tidak ada sama sekali.

 

"PMII zaman saya itu kuno, tradisional bahkan nomaden. Sekretariat belum punya, kalau pun kumpul, ya, di kampus," ungkap Kiai Aziz.

 

Kendati begitu, kurangnya fasilitas penunjang tak menyurutkan ghirah kader PMII untuk bergerak. Justru, tutur Kiai Aziz, loyalitas dan semangat kader dalam berorganisasi saat itu sangat tinggi.

 

Ia pun berpesan kepada kader dan anggota yang hadir agar bagaimana pun kondisinya tetap mengamalkan tri motto PMII, yakni dzikir, fikir, dan amal shalih.

 

Mandataris Ketua PC PMII Pacitan Indra Hermawan mengungkapkan, beberapa agenda kegiatan dalam pertemuan ini. Yakni silaturahim yang mengawali kegiatan di bulan Syawal, haul alumni PMII, serta bincang-bincang sejarah PMII lokal.

 

Dari hasil diskusi tersebut, nantinya akan didokumentasikan sehingga ketika masa penerimaan anggota baru hal tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

 

“Setelah diskusi, hasilnya akan kami buat semacam dokumen.  Sehingga nanti ketika Mapaba ada materi PMII lokal yang bisa kita sampaikan," katanya kepada NU Online Jatim, Ahad (13/06/2021).

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru