• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Matraman

Gus Baha Minta HUT RI Jadi Spirit Melawan Pandemi Covid-19

Gus Baha Minta HUT RI Jadi Spirit Melawan Pandemi Covid-19
Gus Baha di acara doa dan refleksi HUT RI ke-76. (Foto: NOJ/HK)
Gus Baha di acara doa dan refleksi HUT RI ke-76. (Foto: NOJ/HK)

Ponorogo, NU Online Jatim

Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha meminta seluruh elemen bangsa menjadikan momentum HUT RI ke-76 sebagai spirit dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dalam sejarah kemerdekaan RI, banyak teladan yang bisa diambil dari para pejuang untuk diaktualisasikan dalam kondisi kekinian.

 

Hal itu disampaikan Gus Baha saat berbicara dalam Istighotsah Nasional dan Refleksi Kemerdekaaan bertema Munajat untuk Indonesia Sehat dan Ekonomi Bangkit oleh Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren yang disiarkan secara langsung di jaringan YouTube pada Ahad (08/08/2021) malam.

 

Ia menjelaskan, dalam catatan sejarah, Indonesia telah berhasil menghadapi penjajah. Di saat yang sama, para pendiri dan pejuang bangsa juga memikirkan solusi untuk keadaan masyarakat saat itu. Perjuangan para pendiri dan pejuang bangsa itu pun berhasil.

 

Menurut Gus Baha, capaian tersebut tidak lepas dari adanya mental, yakni mental bertanggung jawab atas proses sosial, kemerdekaan berbangsa dan bernegara. Sesuai hadits, lanjut dia, tanggung jawab adalah kewajiban semua orang.

 

“Kepemimpinan tidak hanya tentang posisi, tetapi berkaitan dengan diri sendiri untuk dapat mengontrol apa pun yang berhubungan dengan tanggung jawab, termasuk dalam menghadapi pademi ini,” ujar Gus Baha.

 

Ia juga mengimbau agar agar hubungan antara pemimpin dengan rakyat harus saling bersinergi dan jika bertemu tidak menimbulkan ketegangan, namun memberikan ketenangan dalam menghadapi permasalahan.

 

“Jangan sampai orang yang salih malah menjadikan orang lain lari dan menghindar darinya, sedangkan orang yang batil malah menjadikan orang lain tertarik kepadanya. Ini sangat berbahaya jika berkompetisi orang baik hanya marah-marah, sedangkan orang yang salah bawaannya senyum ramah, maka tentu akan dimenangkan oleh orang yang salah,” jelas Gus Baha.

 

“Pandemi menuntut orang agar tetap bekerja keras, agar tidak menjadi beban bagi orang lain, sebagaimana yang telah dicontohkan Mbah Wahab Chasbullah. Beliau adalah salah satu tokoh penggerak ekonomi dan etos kerja saat menghadapi  koloniaslisme-kapitalisme yakni (dengan mendirikan) Nahdlatut Tujjar pada tahun 1918,” kata Gus Baha.

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru