• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Matraman

Khusyuknya Peringatan Isra’ Mi’raj di Pesantren Tremas Pacitan

Khusyuknya Peringatan Isra’ Mi’raj di Pesantren Tremas Pacitan
Santri putri Pondok Tremas Pacitan mengikuti acara Isra' Mi'raj, Kamis malam (11/03/2021). (Foto: NOJ/Sanusi)
Santri putri Pondok Tremas Pacitan mengikuti acara Isra' Mi'raj, Kamis malam (11/03/2021). (Foto: NOJ/Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan umat Islam untuk memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Termasuk di Pondok Pesantren Tremas Kabupaten Pacitan, Kamis malam (11/03/2021). Kendati tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya karena kali ini dibatasi musabab Covid-19, namun hadirin tetap mengikuti acara dengan khusyuk.

 

Kegiatan kali ini dilaksanakan di dalam kompleks asrama, tepatnya di depan asrama Al-Manan bagi santri putra dan di halaman belakang asrama putri bagi santri putri. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Isra’ Mi’raj biasanya dilaksanakan di halaman depan masjid, baik untuk santri putra maupun putri.

 

"Peringatan Isra’ Mi’raj sudah menjadi tradisi turun-temurun di Pondok Tremas. Jadi, bagaimana pun kondisinya acara tetap terlaksana seperti halnya pada masa pandemi ini,” kata salah satu pengurus Pondok Pesantren Tremas, Fina Khofiyati.

 

Sebagaimana acara besar Islam lainnya, pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj kali ini diserahkan kepada santri kelas 3 Madrasah Aliyah. Isra’ Mi’raj adalah kegiatan terakhir mereka sebelum purna belajar.

 

Pembina PHBI Marsukhan dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada para santri dan santriwati agar selalu memiliki sebuah keyakinan dalam hal apapun. Tanpa keyakinan, maka derajat tinggi tidak akan dicapai. Jika tak memiliki derajat, maka hidup pun tidak akan berguna. Nah, salah satu jalan untuk menggapai derajat tinggi adalah dengan ilmu.

 

“Setelah belajar dari Pondok Tremas jangan sampai ilmu kalian di anggap cukup akan tetapi tambahlah keilmuan kalian," kata Masrukhan.

 

Dua pembicara dihadirkan dalam acara tersebut, yaitu Ustadz Imam Syafii dari Trenggalek dan Ustadz Ali Mufron dari Tegal, Jawa Tengah. Imam Syafii memaparkan tentang hikmah Isra’ Mi’raj. Ia berpesan agar para santri betul-betul memahami dan tidak keliru dalam memaknai peristiwa besar Islam itu.

 

"Isra' Mi'raj merupakan suatu peristiwa di mana diperintahkannya shalat fardhu lima waktu. Maka dari itu kita tidak boleh menyepelekan kewajiban shalat lima waktu," kata Imam.

 

Penulis: Sanusi

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru